RS Bhayangkara Polda Jatim Dibangun, ini Penjelasan Kapolda

Editor: Erwin Yohanes / Reporter:

jatimnow.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin bangga dengan kepedulian warga Surabaya dan Jawa Timur terhadap pembangunan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap Rumah Sakit Samsoeri Mertojoso Bhayangkara, Polda Jatim.

"Rumah Sakit Bhayangkara Samsoeri sekarang ini mohon maaf agak sedikit terganggu ada proses pembangunan. Pembangunan Instalasi Gawat Darurat dan juga ruang rawat inap," kata Irjen Pol Machfud Arifin saat memberikan sambutan di acara Bakti Kesehatan Polda Jawa Timu di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Selasa (3/7/2018).

Kapolda Jatim yang lahir dan dibesarkan di Aspol Ketintang, Surabaya ini mengucapkan terima kasih dan bangga kepada warga atau pengusaha di Surabaya dan Jawa Timur, yang turut membantu pembangunan gedung IGD dan Rawat Inap RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Ini semuanya nggak lepas dari partisipasi teman-teman di Surabaya. Luar biasa orang Surabaya, orang Jawa Timur, sangat peduli," tuturnya.

Machfud menerangkan, sejak kecil tinggal di asrama polisi Ketintang, Surabaya, hingga dirinya masuk pertama kali menjabat sebagai Kapolda Jatim pada Januari 2017 lalu, tidak ada perubahan pada bangunan rumah sakit milik Polda Jatim ini.

Ketika dipercaya sebagai Kapolda Jatim, alumni SMP Negeri 1 Surabaya dan SMA Negeri 3 Surabaya ini berangan-angan merubah penampilan dan menambah fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit polisi itu.

Gedung RS Bhayangkara yang direnovasi

Pembangunan gedung rawat inap pun akhirnya dilakukan agar bangunannya lebih elegan dan pelayanan kesehatannya lebih baik lagi. Juga mem-face off bagian depan dan ruang IGD RS Bhayangkara Polda Jatim di Jalan A Yani, Surabaya ini.

Ruang rawat inap yang sebelumnya kapasitasnya 110 orang, akan ditambah 80 hingga total 190 untuk rawat inap-termasuk rawat inap VIP.

"Saya dibantu pemerintah provinsi (Jawa Timur) uang Rp 50 miliar lebih untuk alkes. Alat kesehatan itu keluarnya belakangan," katanya.

"Ruang Instalasi Gawat Darurat juga demikian. Kita bangun dengan dukungan anggaran saling hibah. Kita punya tanah frontage, kemudian kita bangun lantai 6. Jadi (pembangunan) rumah sakit kita prioritaskan," terangnya.

Kapolda mengatakan, tolak ukur sukses tidaknya rumah sakit pertama adalah orang yakin terhadap rumah sakit itu.

"Jangan karena orang pingsan, kecelakaan, masuk rumah sakit terus rumah sakitnya jelek, dia sadar terus minta pindah keluar dari rumah sakit itu," ujarnya.

"Tampilan depan sangat penting, sangat mempengaruhi keyakinan orang. Kalau melihat rumah sakitnya kok buruk amat, bukannya makin sembuh tapi bisa jadi tambah stress, makin sakit. Makanya kita rombak ini," jelasnya.

Dalam acara Bakti Kesehatan Polda Jatim itu dihadiri pejabat Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo, para pejabat utama, pengurus Yayasan Bhakti Husada Utama, pengusaha terkenal Alim Markus, juga dari pengusaha Platinum, anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia.

"Terima kasih Pak Alim Markus. Rooftop yang dijanjikan (untuk atap gedung rawat inap), nggak tahu sudah sampai atau belum. Jangan sampai nggak nyampai (datang)," kata kapolda.

Guyonan kapolda itu diseriusi Bos Maspion Group Alim Markus.

"Nyampai pak. Ini (rooftop) super roof," jawab Alim Markus yang disambut geer undangan.

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Erwin Yohanes

Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter