Pixel Code jatimnow.com

Pemkot Mojokerto Kembali Gelontorkan Minyak Goreng Curah

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Masyarakat saat antre minyak goreng curah yang disiapkan Pemkot Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Masyarakat saat antre minyak goreng curah yang disiapkan Pemkot Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Mojokerto - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) kembali mendistribusikan minyak goreng curah bagi IKM, UMKM serta pedagang di pasar tradisional.

Pendistribusian digelar di Pasar Tanjung Anyar. Puluhan warga rela antre sambil membawa jerigen untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga Rp14.500 sampai Rp15.500 hasil kerja dengan Rajawali Nurisindo.

Kepala DiskopUKMPerindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, pendistribusian minyak goreng tidak lagi ada subsidi dari pemerintah seperti beberapa waktu yang lalu.

Banner Morula IVF Landscape

"Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya di Kota Mojokerto, minggu lalu kita lakukan di Pasar Prajurit Kulon, hari ini kita lakukan di Pasar Tanjung Anyar," kata Ani saat meninjau pendistribusian, Jumat (1/4/2022).

Ia menambahkan, prioritas yang mendapatkan minyak goreng curah ini adalah pedagang yang ada di Pasar Tanjung Anyar. Kemudian masyarakat yang ada di sekitar pasar Tanjung Anyar dan yang ketiga adalah IKM atau UMKM makanan.

"Syarat untuk mendapatkan minyak goreng ini harus sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Kalau pedagang yang ada di pasar ini rata-rata sudah memiliki NIB, bagi masyarakat di sekitar, IKM dan UMKM yang memiliki NIB menjadi prioritas di dalam pendistribusian minyak goreng," ujarnya.

Sementara itu, pengusaha krupuk tenggiri asal Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Toha Mukromin menjelaskan, dirinya sangat terbantu dengan distribusi minyak goreng curah dari Pemkot Mojokerto ini.

"Kemarin usaha saya sempat berhenti selama satu bulan, sebab selain harga minyak di luaran sangat mahal hampir Rp20 ribu perkilogram, barangnya juga langka," ucap dia.

Ia berharap distribusi semacam ini terus digencarkan oleh pemerintah. Ini agar keberadaan UMKM seperti dirinya tetap bisa bertahan ditengah banyaknya kebutuhan yang juga latah ikutan naik.

"Apa-apa sekarang harganya naik, kita mencoba bertahan sebisa mungkin dengan keterbatasan modal. Mau naikkan harga krupuk pun juga tak mungkin, kwatir malah tak laku," pungkasnya.

Loading...

 

Loading...