Pixel Codejatimnow.com

Ramadan Now

Kue Leker Arang di Lamongan Tetap Eksis Selama 22 Tahun

Editor : Sofyan Cahyono  Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Maskan pedagang jajanan kue leker yang dimasak arang di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Maskan pedagang jajanan kue leker yang dimasak arang di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Bagi Anda penggemar jajanan pinggir jalan, kue leker di Lamongan patut untuk dicoba. Bukan hanya dari segi rasa, proses pembuatannya juga cukup menarik. Lumrahnya kue leker dimasak menggunakan api gas. Tapi berbeda dengan kue leker buatan Maskan, warga Desa Moropelang, Kecamatan Babat, Lamongan. Dia memanfaatkan bara api atau arang untuk memasak.

Sehari-hari, Maskan berjualan di kawasan Alun-alun Kota Lamongan. Tepat di samping RS Citra Medika. Pekerjaan tersebut sudah dijalani selama kurang lebih 22 tahun.

"Sudah 8 bulan lebih 21 tahun berjualan, mas," jawabnya sambil bergurau kepada jatimnow.com, Senin (4/4/2022).

Usia yang bukan belia lagi, Maskan terbilang kawakan di bidangnya. Keunikan membuat kue leker tetap eksis dan digandrungi penikmatnya hingga kini. Proses pembuatannya kue leker ala Maskan pun terlihat mudah.

"Ada 4 tungku, masaknya langsung di wajan yang sudah panas terkena bara api. Dituangkan adonan dikasih toping pisang dan mises, tak sampai 1 menit jadi," ungkapnya.

Meski terbilang klasik, kue leker buatan Maskan mempunyai tempat di hati para penikmatnya. Meski tren kuliner modern sangat mendominasi, kue leker arang tetap eksis. Bahkan mampu menggaet perhatian milenial.

Baca juga:
JConnect Ramadhan Festival 2023 Ditutup, Catatan Transaksinya Bikin Ngiler

"Yang beli malah jarang ibu-ibu. Paling banyak anak sekolah, kuliah, hingga pegawai kantor dan sejenisnya," tuturnya.

Jika berminat mencicipi kue leker arang buatan Maskan, Anda harus berangkat lebih awal dan rela mengantre. Apalagi saat weekend, pembeli akan semakin membludak.

"Buka pukul 9.00 WIB. Kadang habisnya pukul 14.00 WIB. Apalagi hari libur, kadang pukul 12.00 WIB sudah kukut (pulang), mas. Namun saat Ramadan biasanya buka siang sampai sore" ucapnya.

Baca juga:
Temui Pedagang Pasar, DPRD Surabaya Sebut Perekonomian Kian Membaik

Pendapatan Maskan dari berjualan kue leker pun tidak sedikit. Bahkan mampu merenovasi rumah dan membeli kendaraan. "Alhamdulillah, disukuri mawon (saja), mas. Ya lumayan meski nggak banyak," katanya sambil malu-malu.

 

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan
Ekonomi

Menapaki Setengah Abad, SIER Komitmen Maju Berkelanjutan

"Di usia 50 tahun ini, SIER terus berupaya meningkatkan kinerja dan relevansinya, transformasi dan digitalisasi proses bisnis menjadi pilihan untuk memperbaiki pelayanan bagi seluruh tenant SIER," kata Didik.