Pixel Code jatimnow.com

Ramadan Now

Es Campur Legendaris di Kota Batu, Cocok Jadi Sajian Buka Puasa

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Said saat melayani pesanan para pelanggan. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Said saat melayani pesanan para pelanggan. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Batu - Es Campur Said yang terletak di samping Barat Masjid An Nur Alun-alun, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu cukup dikenal oleh masyarakat.

Meski pemilik yaitu Muhammad Said (83) atau lebih dikenal dengan nama panggilan Pak Said itu tampak gemetaran saat memegang semangkok es campur bikinannya, masih banyak pelanggan yang rela menunggu.

Pak Said berjualan sejak 1954 silam. Ada yang unik dari es campur tradisional yang dia jual, bisa dilihat dari kandungan gula yang dipakai.

Banner Morula IVF Landscape

Indikatornya bisa dilihat dari hewan serangga lebah. Ya, di es campur Pak Said bakal menjumpai sensasi dikerubung lebah karena memang gula yang dipakai adalah gula asli.

Semangkuk es campur yang disajikan Pak Said juga sederhana saja, namun komplit. Mulai agar-agar, tape, ketan hitam, kacang hijau, kolang-kaling, mutiara hingga roti.

Es campur Pak Said tampak lebih menggairahkan saat melihat serutan es yang menggunung dengan siraman sirup dan susu kental manisnya. Segar sekali rasanya diseruput saat berbuka puasa.

"Sejak dulu ya saya jualan es, ya kayak begini. Gak banyak yang berubah. Alhamdulillah tetap sehat dan masih bisa jualan sampai sekarang,” tutur Pak Said sambil memasrah esnya batunya dengan manual, Senin (4/4/2022).

Langganan Pak Said terdiri dari banyak kalangan. Mulai tua, muda hingga anak-anak. Dari warga sekitar bahkan dari luar kota. Bahkan langganannya yang dulu masih anak-anak namun sekarang sudah di luar negeri masih ingat kepadanya.

”Kadang mereka pas pulang ya nyempetin ke sini. Nanya kabar sambil cerita-cerita masa dulu. Ada langganan dulu masih SMP, sering saya kasih es. Sekarang udah kerja di Australia,” kata dia.

Bahkan Pak Said juga punya kenangan membekas dengan mantan Wali Kota Batu Edy Rumpoko yang kini masih menjalani masa tahanan akibat kasus korupsinya.

Kata dia, Edy Rumpoko itu dulunya juga sering nongkrong minum es campur bikinannya.

"Kalau dulu ke sini ya sembunyi mojok di kursi sini. Kadang sampai malam cangkruk sini,” kisah dia.

Loading...

Karena usianya yang sudah senja, Said kini sudah tak lagi mematok target penghasilan. Kadang dia juga banyak menggratiskan pengunjung, apalagi anak-anak sekolah.

”Dulu awal jual harganya ya sekitar 50 sen. Terus berubah-ubah sampai sekarang tetap di harga Rp5 ribu. Kalau misal ada anak-anak pulang sekolah cuma Rp2-3 ribu gak papa, malah kadang saya gratisi,” tutupnya.

Loading...