Pixel Codejatimnow.com

Pemprov Jatim-Amerika Bahas Rencana Kerja Sama Pendidikan Hingga Perfilman

Editor : Sofyan Cahyono  Reporter : Ni'am Kurniawan
Wagub Jatim Emil Dardak bertemu Konjen Amerika Serikat di Grahadi.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wagub Jatim Emil Dardak bertemu Konjen Amerika Serikat di Grahadi.(Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Jonathan Alan. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi itu membahas rencana kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Amerika Serikat. Yakni dalam industri perfilman, pendidikan dan bisnis.

Emil menyebutkan, Jatim merupakan salah satu provinsi yang banyak jumlah penduduknya dan cukup tinggi volume ekonominya. Dia berharap agar Konjen Amerika dapat menjembatani relasi Jatim dengan perusahaan-perusahaan raksasa Amerika. Peluang tersebut dapat menjadi kesempatan peningkatan ekonomi daerah yang sesuai dengan demand perkembangan zaman.

"Saya titip untuk bisa diadakan diskusi dan audiensi dengan perusahaan seperti Google Group atau Meta Group, karena kami hampir tidak pernah berurusan dengan media sosial. Kami ingin sebenarnya bisa ada sinergi komunikasi. Supaya tahu bagaimana langkah-langkah ke depannya agar bisa sinergis antara pengembangan ekonomi di Jawa Timur, dengan mungkin apa yang mereka ingin dorong juga dari platform-platform ini," ujar Emil di Grahadi, Kamis (7/4/2022).

Ketua DPD Demokrat Jatim itu menyinggung tentang Universitas Muhammadiyah Malang yang kini sedang mengembangkan center for future works atau pusat profesi masa depan. Salah satu kemungkinan yang sedang digodok adalah sinergi dengan pusat inovasi komputasi awan atau cloud innovation centre.

"Salah satu mitra dari project ini adalah amazon web services yang juga merupakan perusahaan bermarkas di Amerika Serikat. Saya tadi menyampaikan, mohon dari Konsulat Jenderal juga bisa ikut membantu untuk terus mendorong agar sinergi ini bisa terlaksana dengan baik," tuturnya.

Sementara untuk sektor pendidikan, Emil menerangkan bahwa pihaknya juga sedang mendiskusikan program-program seperti beasiswa maupun pertukaran pelajar yang dapat bermanfaat untuk putra-putri Jatim.

"Saya ikut 2018 saat masih menjadi bupati. Di sana, saya mendapat kesempatan untuk ikut bersama dengan kurang lebih 30 wali kota dari Amerika dan Eropa. Maka kami berharap ke depannya akan semakin banyak peluang bagi putra-putri dari Jawa Timur untuk bisa juga mengikuti program-program yang ada di Amerika Serikat," ucap Emil.

Baca juga:
Saatnya BUMD jadi Penopang Utama PAD Jawa Timur

Mantan Bupati Trenggalek itu menambahkan, akan ada peluang kerja sama dalam sektor perfilman. Salah satu yang bisa dijadikan wadah adalah kluster animasi di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Kabupaten Malang. Amerika bisa ikut berkontribusi dengan penanaman investasi tertentu.

"KEK di Singhasari ada kluster dan studio animasi. Tapi konsepnya itu akan terintegrasi dengan salah satunya adalah perfilman. Jadi kalau ada studio-studio yang ingin dikembangkan dengan peralatan dari Amerika Serikat, sebenarnya fasilitas insentif-insentif fiskal itu bisa dinikmati untuk investasi mulai dari Rp100 miliar ke atas. Mudah-mudahan setelah ini bisa ada pembicaraan-pembicaraan selanjutnya untuk bekerjasama di industri perfilman," jelasnya.

Sementara itu, Konjen Amerika Jonathan Alan mengungkapkan bahwa minatnya dalam industri perfilman Indonesia bersumber pada potensi yang dimiliki.

Baca juga:
RPJPD Jatim 2025-2045, BUMD Optimistis Sumbang Pendapatan Daerah

"Saya sering tereskpos dengan industri perfilman selama karir saya. Saya pikir banyak potensi di sini karena Indonesia memiliki banyak sekali talenta dan lokasi indah. Jadi itu adalah ketertarikan pribadi saya. Untuk itu, saya ingin melihat bagaimana industri ini bisa berkembang di sini," ucapnya.

Jonathan juga memuji efisiensi kepemerintahan Emil bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Terutama saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan terus bersinergi dengan Jatim agar bisa saling bertukar ilmu serta informasi demi peningkatan kualitas wilayah.

"Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Jatim atas kepemimpinannya dan apa-apa yang telah dilakukan untuk mengatasi pandemi. Itu adalah sesuatu yang sangat kami kagumi. Kami selalu mencari cara untuk meningkatkan kerja sama dan saya mengapresiasi kesempatan audiensi ini sebagai upaya membangun sinergitas yang lebih jauh," tandasnya.