Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Malang Gelontorkan 48 Ton Minyak Goreng Curah, Ini Lokasi Distribusinya

Editor : Arina Pramudita Reporter : Rizal Adhi Pratama
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwantoro. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwantoro. (Foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang mendistribusikan 48 ton minyak goreng curah dalam upaya penurunan harga di pasaran. Minyak goreng curah itu, akan dijual murah seharga Rp 14 ribu per liternya.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwantoro mengatakan, saat ini sudah ada 8 titik yang mendapatkan jatah minyak goreng curah. Di antaranya Lawang, Singosari, Kepanjen, Bululawan, Pakisaji, Donomulyo, Dampit, dan hari ini di Pujon.

"Untuk minyak goreng curah ini kita sudah mengedrop di 8 titik di antara 2 titik di pasar dan 6 titik di pasar. Masing-masing titik ada 6 ton," terangnya saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Selasa (13/04/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Agung memastikan setelah 8 titik tersebut, masih ada 3 titik lainnya yang akan mendapatkan jatah minyak goreng curah.

"Kalau sekarang yang dioperasipasarkan minyak subsidi, kalau kemasan sudah dilepas seusai harga keekonomian. Ini masih ada 3 titik lagi di pasar karena kami masih menunggu jadwal dari PT Rajawali, ketiganya di Pasar Karangploso, Pasar Kepanjen, dan Tumpang. Ini akan drop sebelum lebaran, semoga minggu ini atau minggu depan sudah ada jadwal dari PT Rajawali," ujarnya.

Pria berkacamata ini juga menjelaskan kalau di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2022, minyak goreng curah hanya diperuntukkan di pasar dan Industri Kecil Menengah (IKM).

"Untuk menghindari pembeli curang ini kita sudah menjadwalkan pengambilan minyak untuk setiap IKM, sehingga IKM sudah didata. Setelah itu mereka boleh membeli sekitar 10 kilogram. Sedangkan pedagang harus memiliki NPWP," tegasnya.

Pendistribusian minyak goreng curah ini rencananya terus dilaksanakan selama 6 bulan ke depan. Ini diharapkan dapat menurunkan harga minyak goreng di pasaran yang saat ini masih di atas Rp20 ribu.

Loading...

"Kita dikasih waktu oleh Menteri Perindustrian selama 6 bulan mulai dari Maret sampai September. Sehingga setelah harganya stanil maka akan distop, tapi kalau harganya belum stabil sepertinya akan diperpanjang," pungkasnya.

Loading...