Pixel Code jatimnow.com

Hidup Seorang Diri, Nenek di Surabaya Malah Dicoret dari Penerima Bantuan

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Wakil Komisi D Ajeng Wira Wati saat memberi bantuan sembako pada nenek Setoriyah. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Wakil Komisi D Ajeng Wira Wati saat memberi bantuan sembako pada nenek Setoriyah. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Pilu melihat nasib yang dialami nenek Setoriyah. Di usianya yang kini 72 tahun, dirinya hidup dengan keterbatasan tenaga dan ekonomi di kerasnya Kota Surabaya. Jalan hidupnya semakin terasa berat, setelah bantuan yang diterimanya sebagai warga kurang mampu, diputus tanpa alasan yang jelas.

Di rumah petak berukuran 3x3 meter, Setoriyah tinggal seorang diri. Wanita kelahiran Sampang itu terbantu kebutuhannya dari uluran tangan tetangga. Sisa tenaga di usia senjanya tak lagi bisa dipaksa untuk mencari nafkah.

Berbekal informasi tersebut, Wakil Ketua Komisi D Ajeng Wira Wati mengunjungi kediaman nenek Setoriyah di kawasan RT 10, RW 05, Simolawang, Simokerto, Surabaya.

Banner Morula IVF Landscape

"Jadi kami memang memperoleh informasi dari warga jika ada lansia di Surabaya yang belum mendapat bantuan sosial, dan memang benar neneknya ini telah terputus dari daftar PKH ataupun BPNT sejak suaminya meninggal," ujar Ajeng, Minggu (24/4/2022).

Satu tahun sudah suami nenek Setoriyah meninggal, dan saat itu pula Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut tak kembali dinikmati. RT setempat pun mengakui jika pemutusan bantuan terhadap warganya itu tanpa ada pemberitahun ataupun kejelasan.

"Infonya 2020 atau 2021, sebenarnya SOP-nya masih bisa ambil bantuan jika suaminya meninggal. Hanya saja kenapa diputus tanpa pemberitahuan ke nenek, ataupun RT, serta tidak pernah diundang menghadiri muskel (musyawarah kelurahan) yang harusnya masuk dalam SOP Bansos," jelas Ajeng.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, selain tidak mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya, di usianya yang telah tergolong lansia, nenek Setoriyah juga tidak menerima jatah permakanan lansia yang biasa dikeluarkan oleh Dinsos Surabaya.

"Permakanan juga nggak dapat. Sehari-hari ya dari tetangga, kanan-kiri yang mau membantu," imbuhnya.

Ajeng berjanji, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Surabaya untuk mengetahui duduk perkara, alasan diputusnya bantuan sosial untuk nenek Setoriyah.

Loading...

"Insya Allah akan kita usahakan, baik permakanan atau bansos Kemensos nanti kita akan coba advokasi," ucap Ajeng.

Loading...