Pixel Code jatimnow.com

Revitalisasi Pasar Tradisional di Kediri, Ini Target Mas Dhito

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Pekerja tengah melakukan proses revitalisasi Pasar Wates (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Pekerja tengah melakukan proses revitalisasi Pasar Wates (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) konsen mengawal perkembangan revitalisasi seluruh pasar tradisional. Setelah merevitalisasi Pasar Wates, dia meminta Dinas Perdagangan merencanakan revitalisasi pasar tradisional lainnya.

Pembongkaran Pasar Wates telah selesai dilakukan dan tinggal menunggu proses pembangunan fisik. Saat ini, pedagang menempati tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang berada di bekas pasar hewan, sebelah timur Pasar Wates.

"Saya ingin tahun depan setelah Pasar Wates ini ada satu pasar lagi yang kita selesaikan. Jadi setiap tahun satu pasar kita selesaikan," ujar Mas Dhito, Rabu (27/4/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Mas Dhito sendiri konsen terhadap revitalisasi pasar tradisional. Sebab menurutnya, perputaran ekonomi terbesar masyarakat saat ini masih bertumpu di pasar tradisional. Kondisi pasar tradisional yang kurang layak dikhawatirkan berdampak pada berkurangnya minat pembeli untuk datang.

Di Kabupaten Kediri, keseluruhan saat ini ada 14 pasar tradisional yang masih aktif dan dikelola Pemkab Kediri. Dari jumlah itu, 7 pasar sudah direvitalisasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyebut, terkait revitalisasi Pasar Wates tahap 1, proses lelang telah berjalan dan ditargetkan 20 Mei nanti sudah penandatanganan kontrak.

Revitalisasi Pasar Wates tahap pertama itu dianggarkan Rp12 miliar bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan. Setelah tahap 1 selesai pembangunan dilanjutkan tahap kedua.

"Kami juga mengajukan di anggaran 2023 untuk kelanjutan Pasar Wates tahap 2, kurang lebih Rp10 miliar," ungkapnya.

Berdasarkan site plan, untuk los pedagang Pasar Wates dibuatkan menjadi dua bangunan besar berada di tengah. Kendaraan roda empat pun bisa masuk ke area pasar termasuk disiapkannya area bongkar muat barang.

Sedangkan kios yang sebelumnya berada di sisi utara dan barat, pada desain baru berada di sisi selatan dan timur. Adapun untuk sisi barat menjadi akses pintu keluar masuk pasar.

Loading...

"Untuk los pedagang diatur berdasarkan zonasi, jadi antara pedagang sayur dengan daging tidak menjadi satu," terangnya.

(ADV)

Loading...