Pixel Code jatimnow.com

Senyum Semringah Porter di Stasiun Kediri: Alhamdulillah

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Agus (kiri) dan Sukadi (kanan) saat mengangkut barang penumpang di Stasiun Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Agus (kiri) dan Sukadi (kanan) saat mengangkut barang penumpang di Stasiun Kediri (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Porter atau jasa angkut di Stasiun Kediri tersenyum semringah pada Lebaran 2022 ini. Mereka merasakan berkah Idul Fitri setelah 'puasa' panjang dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19.

Berkah Hari Raya Idul Fitri tahun ini mereka rasakan setelah pemerintah memutuskan membuka kembali arus mudik dan balik.

"Sekarang alhamdulillah, tahun kemarin blas (sama sekali tidak ada)," ujar Sukadi, salah satu porter di Stasiun Kediri, Kamis (5/4/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Pria berusia 67 tahun asal Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri itu mengaku bisa mendapatkan uang jasa dari para penumpang kereta api mencapai Rp100-200 ribu dalam 12 jam kerja. Nilai itu berlipat dari yang biasa ia dapat di luar musim mudik.

"Ya kalau nggak pas lebaran gini, Rp20 ribu, Rp30 ribu kadang Rp50 ribu. Sekarang bisa Rp100-200 ribu," tambah Sukadi.

Sukadi tak mematok harga untuk jasanya. Si pengguna jasa sendiri yang menghargai tenaga Sukadi atas jumlah barang mereka.

"Rp5 ribu juga saya terima. Tergantung banyaknya barang," terangnya.

Sama halnya Sukadi, Agus (62) juga merasa sangat bersyukur dengan kebijakan pemerintah terkait mudik ini. Mudik yang benar-benar menghadirkan keberkahan baginya. Mereka juga memilih tetap bekerja saat lebaran ini.

Terlebih data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut, Stasiun Kediri merupakan 2 dari 3 stasiun terpadat di wilayah Daop 7 Madiun dengan rata-rata penumpang, baik naik maupun turun di atas 1000 penumpang sejak angkutan lebaran diberlakukan 22 April lalu.

Kini, Sukadi, Agus dan 10 porter lain di Stasiun Kediri bersiap menghadapi puncak arus balik lebaran yang diprediksi akan terjadi hingga Minggu mendatang.

Loading...

Mereka yang mayoritas berusia 50 tahun ke atas itu membagi sistem kerja ke dalam dua shift dengan masa kerja 12 jam kerja. Setiap shift diisi oleh 6 porter. Meski di usianya yang tak lagi muda, mereka masih cukup kuat mengangkat barang penumpang ke atas kereta.

Loading...