Pixel Code jatimnow.com

Viral! Perantau Lamongan Udik-udikan Sebar Uang dari Atas Masjid

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Potongan video di akun @Zulkifli_ali28 yang viral menunjukan penduduk desa yang berebut uang di Lamongan. (Foto: akun Tiktok @Zulkifli_ali28)
Potongan video di akun @Zulkifli_ali28 yang viral menunjukan penduduk desa yang berebut uang di Lamongan. (Foto: akun Tiktok @Zulkifli_ali28)

Lamongan - Sebuah video memperlihatkan kebiasaan unik warga Lamongan yakni udik-udikan oleh perantau di Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Lamongan, viral di media sosial.

Banyak yang mengenal desa tersebut sebagai "Desa Pecel Lele" lantaran mayoritas warganya merantau dan berprofesi sebagai penjual pecel lele.

Dari video yang dibagikan pertama kali oleh akun Tiktok @Zulfikar_ali28 pada Senin (9/5/2022), itu menunjukan ratusan warga berbagai umur terlihat antusias mencari keuntungan dari aksi para perantau ini.

Banner Morula IVF Landscape

"Persatuan perantau warga Bugiharjo (PPWB) senusantara membagikan uang ke masyarakat dengan melestarikan budaya udik-udikan," tulis akun @Zulfikar_ali28.

Dari atas serambi masjid desa setempat seseorang terlihat menghamburkan uang berbagai pecahan. Selain itu, banyak diantara warga juga yang mengabadikan momen langkah tersebut melalui ponsel pribadinya.

"Hanya ingin merawat budaya udik-udikan dan menyenangkan masyarakat, bukan untuk kesombongan apalagi pamer kekayaan," jelas akun tersebut.

Selain akun @Zulfikar_ali28, akun Instagram @Info_lamongam juga membagikan video tersebut dan berhasil mengundang reaksi beragam dari warga net hingga mendapat like 3.514 dan 199 komentar.

"Asik seru kayaknya.. & mereka punya cara masing-masing.., masyarakat kampung Bugoharjo pasti pada bahagia," tulis akun Ig. @michoikitaart menanggapi unggahan @info_lamongan.

Loading...

Seperti diketahui, selain membagikan uang dengan cara udik-udikan, para dermawan perantau Lamongan ini juga menggelar berbagai aksi sosial diantaranya sunat masal dan berbagai bingkisan kepada warga desa setempat.

Loading...