Pixel Code jatimnow.com

Korban Kecelakaan Bus di Tol Mojokerto Sebut Sopir Tak Biasa Perjalanan Jauh

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Imron menunjukkan foto Jerry, saudaranya yang mendapat perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan bus di Tol Mojokerto (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Imron menunjukkan foto Jerry, saudaranya yang mendapat perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan bus di Tol Mojokerto (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Kecelakaan bus pariwisata di Tol Surabaya-Mojokerto, menewaskan 14 orang dan membuat 19 mengalami luka. Penumpang bus itu rombongan warga Benowo Gang 2-3 dan warga Raci, Benowo, Surabaya.

Salah satunya yang kini masih mendapatkan perawatan yakni Jerry (29), warga Benowo Gang 2, Surabaya.

Sebelum Jerry dan rombongan kecelakaan, dia sempat menelepon keluarganya di rumah. Dia menceritakan bahwa rombongan bus belum sampai-sampai di Surabaya karena sopir cadangan yang menggantikan sopir utama tidak biasa perjalanan jauh.

"Sempat dapat kabar dari Mas Jerry, katanya sopir yang gantikan itu sopir ketiga dan kondisi ngantuk. Katanya tidak biasa perjalanan jauh," ungkap Imron, menirukan perkataan Jerry, saudaranya melalui telepon sebelum kecelakaan, di rumah duka kepada jatimnow.com, Senin (16/5/2022).

Imron menambahkan, Jerry berangkat liburan ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah bersama anaknya Wawa (15), yang saat ini masih kritis di rumah sakit. Juga Maftuka (40), keluarga Jerry lainnya yang dinyatakan meninggal dalam kecelakaan maut tersebut.

Baca juga:
Peredaran Uang Palsu di Sekitar Kebun Binatang Surabaya, Waspadai Modus Ini

"Mudah-mudahan Mas Jerry dan anaknya segera sembuh dan sehat kembali. Doanya ya mas. Sehat-sehat semua," tutur dia.

Semua jenazah korban kecelakaan bus itu telah dimakamkan. 13 jenazah korban dimakamkan di Makam Islam Benowo Krajan, Surabaya dan 1 lainnya di daerah Gresik.

Baca juga:
Waspada! Uang Palsu Beredar di Sekitar Kebun Binatang Surabaya

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta juga menyebut bahwa sopir cadangan yang mengandalikan bus tersebut mengakui mengantuk.

Loading...

"Kami pastikan yang bersangkutan (sopir bus) mengakui, sementara mengantuk. Tapi kami akan dalami, berpotensi menjadi tersangka karena kelalaiannya hingga mengakibat orang lain meninggal dunia," terang Nico di Mapolda Jatim.

Loading...