Pixel Code jatimnow.com

Tampil di Trenggalek Soccer League, Bupati Ipin Cetak Hattrick

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Bramanta Pamungkas
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat bermain bola.(Foto: Fajar)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat bermain bola.(Foto: Fajar)

Trenggalek - Sebanyak 23 tim lokal mengikuti gelaran Trenggalek Soccer League. Kompetisi internal yang digelar Askab PSSI Trenggalek ini bertujuan menggelorakan sepak bola yang sempat vakum selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, pertandingan juga untuk mencari bibit pemain muda. Mereka akan memperkuat Persiga Trenggalek di kompetisi Divisi 3 Jawa Timur musim depan.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, kompetisi ini merupakan salah satu upaya PSSI dan Pemkab Trenggalek menjaring pemain muda berbakat. Total terdapat 23 tim lokal yang ikut serta dalam kompetisi. Setiap tim minimal harus menyertakan lima pemain berusia 20 tahun, sebagai bentuk pembinaan terhadap pemain muda.

"Alhamdulillah kami bisa menggelar kompetisi lokal Trenggalek Soccer League. Ini sejarah, karena kami bisa kembali menggelar kompetisi internal setelah 2 tahun pandemi Covid melanda Tanah Air," ujarnya, Minggu (29/05/2022).

Baca juga:
Kemeriahan Nobar Final Liga Champion Bersama Bupati Trenggalek di Pasar Pon

Pria yang akrab dipanggil Mas Ipin ini juga ikut tampil dalam kompetisi. Bergabung dengan tim SS Garuda, Mas Ipin bermain sebagai striker. Dalam pertandingan melawan tim Sambores yang digelar di Stadion Menak Sopal, Mas Ipin berhasil mencetak hattrick ke gawang lawan. Selama pertandingan, Mas Ipin berhasil membuat 10 peluang dan mengonversikan 3 di antarnya menjadi gol.

Mas Ipin meminta semua tim yang bertanding dalam kompetisi untuk menjunjung tinggi sportivitas. Sepak bola bukan sekadar olahraga. Tapi bisa sebagai ajang silaturahmi dan pertemanan. Melalui kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan pemain muda berbakat.

Baca juga:
Persiapan Liga 1, Arema FC Siap Jamu Rans Cilegon di Kanjuruhan Malang

"Kompetisi internal ini kami bisa mendapatkan bibit-bibit baru untuk tim lokal Persiga. Cita-cita inilah yang menjadi alasan kenapa kami menerapkan batasan umur 20 tahun maksimal," pungkasnya.

Loading...
Loading...