Pixel Code jatimnow.com

Bupati Lamongan Kagumi Kerukunan 3 Umat Beragama di Desa Balun

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Yuhronur Efendi saat merayakan hari lahir Pancasila di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Yuhronur Efendi saat merayakan hari lahir Pancasila di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Sebagai desa yang masyarakatnya menganut 3 agama yang berbeda, yakni Islam, Kristen, dan Budha menjadikan Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan dikenal sebagai Desa Pancasila. Lalu bagaimana para warga di desa ini memperingati hari lahir Pancasila?

Kultur dan kebiasaan warga desa ini mencerminkan nilai-nilai toleransi dan Bhineka Tunggal Ika. Warga antusias mengikuti sarasehan nasional, Selasa (7/6/2022) malam, dengan tujuan memperluas wawasan kebangsaan.

Potret kerukunan warga Desa Balun pun dikagumi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Menurutnya desa tersebut berhasil secara alamiah melestarikan nila-nilai keberagaman dan bisa menjadikannya harmonisasi sosial.

“Desa Balun ini adalah salah satu desa yang mampu berhasil secara alamiah bisa melestarikan nilai-nilai keberagaman. Itu bisa menjadikan harmonisasi sosial yang sangat luar biasa, dan dilaksanakan dalam keseharian tanpa rekayasa apapun. Inilah sesungguhnya Desa Pancasila, yang mampu merajut kebhinekaan dari berbagai perbedaan,” tambah Bupati Yes, panggilan akrabnya, Rabu (8/6/2022).

Disinggung Bupati Yes, kebhinekaan di Lamongan ini tidak terlepas dari masa-masa kejayaan Kabupaten Lamongan. Mulai pada masa Raja Airlangga yang dilantik oleh para tokoh agama, masa penyebaran ajaran agama Islam yang menggunakan pendekatan akulturasi budaya. Juga Gapura Paduraksa yang merupakan hasil akulturasi yang merupakan gerbang kejayaan.

Baca juga:
Distrik Seni X Sarinah Resmi Dibuka untuk Umum

“Sebenarnya yang ingin saya ceritakan adalah bagaimana akulturasi budaya kebhinekaan terjadi di masa lalu, untuk itu yang biasa kite sebut di Lamongan untuk merekontruksi kejayaan di Kabupaten Lamongan, yang saya lihat ini dibangun dari keberagaman kebhinekaan,” terang Pak Yes.

Pak Yes juga mengajak untuk bersama merangkul perbedaan dengan melaksanakan kolaborasi. Tepat sekali, kata Yes, Hari Lahir Pancasila diperingati dengan cara seperti ini, di Desa Balun ini.

"Hal ini agar kita punya spirit merangkul keberagaman. Perbedaan keragaman ini kita kumpulkan dengan adanya kolaborasi yang akan menjadi energi besar untuk mewujudkan Lamongan yang inklusif,” ujarnya.

Baca juga:
Whisnu Sakti: Pancasila Sudah Jadi Rumah Kita yang Berbhineka Tunggal Ika

Sebelum hadir dalam sarasehan, Pak Yes juga meresmikan menara Masjid NU Miftahul Huda di Desa Balun.

Loading...

Sebagaimana diketahui, di Desa Balun tempat ibadah antar umat Islam, Kristen, Budha saling berdekatan, namun hal tersebut tidak lantas menimbulkan perpecahan. Warga Balun senantiasa saling tolong-menolong dan membantu menciptakan keamanan saat salah satu agama memperingati hari besarnya.

Loading...