Pixel Code jatimnow.com

Siswa SD di Wonosolam Jombang Berpakaian Adat Mainkan Dolanan Tradisional

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Siswa siswi SDN Carangwulung, Wonosalam saat memainkan permainan tradisional gobak sodor. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Siswa siswi SDN Carangwulung, Wonosalam saat memainkan permainan tradisional gobak sodor. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Sebagai wujud nguri-uri budaya atau menjaga kelestarian budaya, sebuah sekolah dasar yang berada di lereng Gunung Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, kenakan pakaian adat Jawa sebagai pengganti seragam sekolah

Tak hanya itu, para siswa siswi dan guru pun diwajibkan untuk berinteraksi maupun kegiatan belajar mengajar menggunakan bahasa Jawa.

Kepala Sekolah SDN Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Iswandi menjelaskan penerapan bahasa Jawa serta pemakaian baju adat ini bertujuan untuk mengurangi anak-anak bermain gadget.

Lebih lanjut Iswandi mengatakan kegiatan ini hanya dilakukan satu hari dalam seminggu atau pada hari Kamis saja.

"Kegiatan ini kita namakan lelaku kemis suko budaya. Artinya lelaku nglakoni kamis karena kebetulan dilakukan di hari Kamis. Sedangkan suko itu senang," terangnya, Kamis (9/6/2022).

Ia mengaku penerapan konsep Lelaku Kamis Suko Budoyo ini dilakukan sejak tahun ini. Hal ini dilakukan untuk melestarikan budaya Jawa.

"Ini melestarikan budaya jawa karena sekarang di Jawa Timur khususnya Jombang kurang menyukai bahasa Jawa, terutama kromo, kromo inggil," tegasnya.

Kondisi perkembangan zaman yang sangat luar biasa saat ini mendorong para pendidik agar melestarikan budaya Jawa. Agar para generasi penerus bisa menyukai.

Baca juga:
Bansos Migor Disunat, Warga Tuntut Oknum Perangkat Desa Gumulan Jombang Dicopot

"Kita sebagai pendidik tergerak menumbuh kembangkan itu dan permainan ini tujuan kita mengurangi anak anak bermain hp," bebernya.

Iswandi mengatakan, di sekolah ini ada 200 siswa siswi, yang semuanya merupakan warga Desa Carangwulung. Dan para siswa siswi juga antusias terhadap konsep ini.

"Anak-anak ini sangat antusias sekali, terutama untuk yang nabuh gamelan, itu sampai setiap kelas pengin memainkan sendiri per kelas," ucapnya.

Selama penerapan konsep ini, ternyata memberikan dampak positif. Bahkan sekolah lain, juga ingin belajar untuk menerapkan konsep ini.

Baca juga:
Musim Haji, Perajin Kotak Hantaran di Mojowarno Jombang Kebanjiran Order

"Ternyata ini banyak peminatnya, banyak SD lain yang datang ke sini untuk belajar, termasuk masyarakat juga menerima," pungkasnya.

Loading...

Sementara itu, Rara Putri Kristanto pelajar kelas 6 SDN Carangwulung mengaku senang dengan adanya konsep Lelaku Kamis Suko Budoyo di sekolahnya.

Ia mengaku selama di sekolah ini ia diajarkan beberapa kesenian tradisional, termasuk permainan tradisional.

"Ada gamelan, tembang mocopat, terus nyanyi. Kalau permainan itu ada gobak sodor, terus engrang. Ya suka permainan tradisional lebih seru, soalnya," tegas dia.

Loading...