Pixel Code jatimnow.com

Gerindra Jatim Ajak Masyarakat 'Wani Mangan Daging', Berikut Tipsnya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur mengampanyekan gerakan 'Wani Mangan Daging' (Foto: Fraksi Gerindra Jatim for jatimnow.com)
Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur mengampanyekan gerakan 'Wani Mangan Daging' (Foto: Fraksi Gerindra Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur mengampanyekan gerakan 'Wani Mangan Daging'. Gerakan itu dilakukan agar masyarakat tak perlu ragu dan takut mengonsumsi daging sapi dan kambing di tengah wabah PMK.

"Fraksi mengajak untuk melakukan gerakan makan daging sapi. Caranya dengan merebus daging, minimal 30 menit. Kalau kita menyalahkan pemerintah soal wabah nggak bisa. Jadi ini solusinya ya bagaimana peternak ini tetap berdaya," jelas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Mohammad Fawait, Kamis (16/6/2022).

Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim itu menilai, wabah PMK telah dinyatakan aman dan tidak bisa menjangkiti manusia. Dia juga membeberkan tips aman mengonsumsi daging hewan ternak, caranya dengan menghindari bagian-bagian sapi atau kambing seperti jeroan, kepala ataupun bagian kaki sapi.

"Misalnya kayak steak itu harus mateng. Yang nggak boleh itu sebenarnya jeroan, babat, kepala dan kaki," terang Gus Fawait-sapaan akrabnya.

Dia mengaku kasihan terhadap para peternak sapi dan kambing yang nyaris gulung tikar karena wabah PMK di Jatim. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha 2022 yang biasanya menjadi momen bahagia bagi mereka.

Baca juga:
Fraksi Gerindra Ajak BUMN Kolaborasi Entaskan Kemiskinan di Pinggiran Jatim

Untuk mengatasi itu, dia menyarankan agar Pemprov Jatim turun tangan memberi perhatian khusus kepada peternak yang sedang lesu. Caranya dengan memberi opsi budidaya ikan tawar dan semacamnya.

"Peternak dialih-dibudidayakan dengan cara pengembangan ikan seperti Lele dan lain sebagainya. Karena momen PPDB, anak-anak peternak juga bisa dikasih subsidi oleh pemprov tergantung kebutuhan mereka, mulai buku, seragam," papar Gus Fawait.

"Itu solusi kalau pemprov mau membantu peternak," sambung dia

Baca juga:
Gerindra Usul Wabah PMK Naik Level jadi Pandemi, Ini Alasannya

Ia juga menyarankan bagi para peternak untuk melakukan koordinasi dengan dinas peternakan setempat. Sbeba Pemprov Jatim telah menyiapkan vaksin untuk menekan wabah PMK, agar tidak semakin meluas.

Loading...

"Ini wabah, nggak bisa kalau secepat itu, pasti butuh waktu," pungkasnya.

Loading...