Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Malang Siap Beri Pendampingan Perempuan Korban Penyekapan

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Rizal Adhi Pratama
Kepala DP3A Malang dr Arbani Mukti Wibowo.(Foto: Rizal Adhi Pratama)
Kepala DP3A Malang dr Arbani Mukti Wibowo.(Foto: Rizal Adhi Pratama)

Malang - IRN (19), warga Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, menjadi korban penyekapan. Kasus itupun mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pihak pemerintah siap memberi pendampingan kepada IRN.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Malang dr Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya harus melakukan wawancara terlebih dahulu untuk menilai seberapa dalam trauma yang dialami korban. Jadi bisa diketahui metode apa yang bisa dilakukan untuk meredakan trauma korban.

"Kami bisa menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Malang. Setidaknya bisa dilakukan 2 kali sesi trauma healing. Tapi tentu masih menunggu hasil diagnosa terlebih dahulu," tegasnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/06/2022).

Hal senada juga disampaikan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Menurutnya, korban memang perlu pendampingan. Untuk itu, pihaknya masih menunda proses rekonstruksi.

Baca juga:
Viral Rekaman Suara Penculikan Anak di Ponorogo, Polisi Pastikan itu Tidak Benar

"Kami masih menunggu proses pemulihan korban sebelum melanjutkan proses penyidikan. Kami masih menunggu hasil pendampingan dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak)," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan 19 tahun berinisial IRN yang lari dari rumah penculiknya dengan tangan terikat di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis Malam (09/06/2022). Saat itu, IRN yang merupakan warga Desa Sumberpucung mengaku disekap di dalam lemari dan berhasil kabur sehingga bisa berteriak meminta tolong kepada warga.

Baca juga:
Viral Rekaman Suara Penculikan Anak di Ponorogo, 3 Orang Diperiksa Polisi

Melihat kondisinya, warga langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan meringkus pria penculik berinisial YD dan merupakan warga Bali. Saat ditanya warga soal pekerjaannya, YD mengaku sebagai aparat.

Loading...

 

Loading...