Pixel Code jatimnow.com

Bayi di Surabaya Tewas Membusuk Dalam Rumah, Orang Tua Liburan ke Yogjakarta

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zain Ahmad
Polsek Wonocolo dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya saat mendatangi TKP. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Polsek Wonocolo dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya saat mendatangi TKP. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Bayi laki-laki berusia lima bulan ditemukan tewas membusuk di dalam sebuah kamar rumah di Jalan Siwalankerto Tengah Gang Anggur No. 121 Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Sabtu (25/6/2022).

Informasi yang dihimpun, warga setempat menduga jenazah bayi itu tewas karena dianiaya ibu kandungnya sendiri. Bahkan, kejamnya lagi, saat diketahui sudah meninggal, bayi itu ditinggal kedua orang tuanya pergi liburan ke Yogyakarta.

Kasus tewasnya bayi itu terungkap setelah nenek korban, Eti Suharti memberitahu tetangganya yakni Adam, bahwa cucunya itu telah meninggal dunia sejak Kamis (23/6/2022), namun tidak dimakamkan oleh kedua orang tuanya, yakni Riki dan Eka.

Atas informasi itulah, Adam kemudian melapor ke perangkat kampung setempat hingga diteruskan ke pihak kepolisian.

Baca juga:
Mayat Bayi Ditemukan dalam Sungai, Warga Srono Banyuwangi Heboh

Kanitreskrim Polsek Wonocolo, AKP Ristitanto membenarkan temuan jenazah bayi tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini kasusnya tengah dilakukan penyelidikan.

"Kami dapat laporan tadi sore. Saat ini kasusnya tengah kami dalami, dengan memeriksa sejumlah saksi. Tadi kami bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya juga sudah melakukan olah TKP dan identifikasi," kata Risti saat dikonfirmasi jatimnow.com.

Baca juga:
Kasus Bayi Meninggal Dunia saat Bersalin di RSUD Jombang Berakhir Damai

Ditanya apakah jenazah bayi tersebut tewas karena dibunuh, Risti masih belum bisa menjelaskan detail. Karena hingga saat ini pula, kasusnya masih dilakukan penyelidikan.

"Masih menunggu hasil autopsi. Kami juga tengah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Untuk saat ini baru dua orang yang kami periksa. Warga setempat dan nenek korban. Untuk kedua orang tua korban masih kami tunggu. Karena masih perjalanan pulang dari Yogyakarta," jelasnya.