Pixel Code jatimnow.com

Begini Kronologi Suami di Tulungagung Aniaya Istri Hingga Tewas

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Bramanta Pamungkas
Tersangka saat dikeler polisi.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Tersangka saat dikeler polisi.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Faktor ekonomi menjadi pemicu pertengkaran pasangan suami-istri (pasutri) Warsito (49) dan Sri Utami (43), warga Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Pertengkaran disertai kekerasan yang dilakukan Warsito. Tersangka mencekik korban yang posisinya saat itu berada di ujung tangga sehingga terjatuh. Dari hasil otopsi diketahui, cekikan tersebut menjadi penyebab kematian korban.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku emosi saat berbincang dengan korban. Awalnya korban yang selama ini bekerja menjadi TKI di Hongkong mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang tak kunjung membaik. Korban lalu membandingkan dengan tetangga yang sudah memiliki mobil. Korban berpendapat kondisi ekonomi keluarga timpang karena tersangka selama ini hanya bekerja serabutan dan tidak memiliki penghasilan tetap.

"Saat itu saya menjawab yang sabar karena rezeki setiap orang tidak sama," ujarnya, Senin (27/06/2022).

Emosi tersangka semakin memuncak saat korban berkata lebih baik mencari suami lagi. Tersangka dan korban kemudian saling mencakar. Akibat cakaran tersebut tersangka naik pitam dan mencekik korban. Karena berada di ujung tangga, korban kemudian terjatuh ke bawah. Usai peristiwa, tersangka mengaku sangat panik dan memeriksa denyut nadi dan napas korban.

"Istri saya sudah tidak bernafas dan nadinya juga tidak ada," tuturnya.

Baca juga:
Restoratve Juctice, Pelaku Penganiayaan di Kota Batu Dibebaskan, Ini Alasannya

Tersangka lalu berusaha mengarang cerita bahwa korban tewas karena terpeleset dan terjatuh dari tangga. Tersangka keluar rumah seakan-akan mencari keberadaan korban. Beberapa tetangga sempat ditanya tersangka. Namun tidak ada yang mengetahui keberadaan korban. Tersangka lalu masuk ke dalam rumah dan berteriak seolah-olah menemukan korban tewas terjatuh dari tangga.

"Saya takut kalau anak saya bahwa penyebab kematian ibunya karena saya," akunya.

Baca juga:
Perhutani KPH Madura Sebut Pelaku KDRT di Sumenep Bukan Karyawannya

Sebelumnya, polisi menyelidiki kasus temuan jenazah di sebuah rumah pada Jumat (24/6/2022) lalu. Mereka menerima laporan korban tewas setelah terjatuh dari tangga. Namun dari hasil visum, petugas mencurugai adanya kekerasan pada korban. Hal ini diperkuat dengan hasil otopsi yang menemukan adanya luka cakar dan cekik di tubuh korban. Setelah dilakukan penyelidikan, korban sempat terlibat pertengakaran dengan suaminya sebelum terjatuh.