Pixel Code jatimnow.com

Tiga Pendekar Silat yang Terlibat Bentrok di Surabaya Diringkus

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Tiga oknum anggota perguruan silat PSHT diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Tiga oknum anggota perguruan silat PSHT diamankan di Mapolrestabes Surabaya (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Tiga oknum anggota perguruan silat PSHT yang terlibat dalam penyerangan terhadap empat anggota Pagar Nusa di Kawasan Pakal, Surabaya beberapa waktu lalu, diringkus.

Ketiga pendekar silat itu adalah AS (21), RM (20) dan MR (18), ketiganya warga Benowo. Mereka diringkus Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

Saat dihadirkan di depan wartawan, ketiga pelaku menggunakan pakaian tahanan dengan tangan diborgol kabel ties, hanya menunduk menyesali perbuatannya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, kejadian tersebut bermula dari kelompok anggota Pagar Nusa dalam perjalanan menuju Lamongan, setelah mendatangi acara silaturahmi di Sukolilo, Surabaya.

Sebelum diserang di Sememi, kedua kelompok silat telah cekcok di Banjarsugihan, Surabaya.

Baca juga:
Bentrok Anggota PSHT dan Warga Terjadi di Kota Malang, Jangan Terulang Ker!

"Untuk yang melakukan penyerangan oknum PSHT. Berlanjut hingga ke depan Pasar Sememi. Kelompok PSHT berkerumun di sekitar lokasi usai mendapat info jika di sekitar Banjarsugihan telah ada cekcok sebelumnya. Sehingga terjadi penghadangan. Empat korban terluka akibat lemparan paving besi dan kayu," terang Yusep, Rabu (29/06/2022).

Di hadapan Yusep, para pelaku mengaku tergabung dalam perguruan silat PSHT sejak 2018 hingga 2020. Semuanya juga telah diangkat sebagai warga.

Menurut Yusep, ulah ketiga oknum PSHT itu tidak mencerminkan sikap kesatria.

Baca juga:
Bentrok Suporter Nodai Laga Final Kabupaten Jember Vs Kabupaten Pasuruan

"Harusnya kamu juga bisa menjaga keamanan dan kenyamanan kota yang kamu huni ini. Apalagi telah tergabung dalam perguruan silat, bukan tindakan tersebut yang ditunjukkan," ujar Yusep.

Kini ketiga pelaku telah dijebloskan ke tahanan. Mereka dijerat Pasal 170 (1) dan ayat ke 2 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.