Pixel Code jatimnow.com

Suami yang Tega Tusuk Istri dan Anak di Wagir Malang Menyerahkan Diri

Editor : Arina Pramudita Reporter : Rizal Adhi Pratama
BFY saat menyerahkan diri ke kepolisian. (Foto: Humas Polres Malang/jatimnow.com)
BFY saat menyerahkan diri ke kepolisian. (Foto: Humas Polres Malang/jatimnow.com)

Malang - Pelaku penusukan terhadap istri dan anak kandungnya, BFY (41), warga Dusun Lemah Duwur, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, akhirnya menyerahkan diri setelah sempat menjadi buronan polisi.

BFY diduga telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan istrinya, LU (39) dan anaknya, IF (21) mengalami luka cukup parah, Selasa (28/6/2022) lalu.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menjelaskan, BFY menyerahkan diri karena ketakutan dan terusik lantaran dirinya diburu polisi. BFY menyerahkan diri ke Mapolsek Wagir sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu kemarin dan selanjutnya dibawa ke Satreskrim Polres Malang.

"Terduga pelaku KDRT, BFY menyerahkan diri ke Polsek Wagir, selanjutnya pelaku bersama barang bukti kami bawa ke Satreskrim Polres Malang untuk pemeriksaan lebih lanjut," terang Ferli Hidayat, Minggu (3/7/2022).

Baca juga:
Miris, Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Sidoarjo Tembus 92 Kasus

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksi sadis itu karena sakit hati akan diceraikan oleh istrinya.

"Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui jika motif pelaku yaitu karena pelaku merasa sakit hati atau tidak terima dengan maksud istrinya yang ingin menceraikan pelaku," jelas Ferli.

Baca juga:
Pembunuhan Nelayan di Kota Pasuruan Bermotif Sakit Hati, Begini Ceritanya

Atas perbuatannya, pelaku disangka pasal berlapis Pasal 44 ayat (2) Jo Pasal 5 UU No 23 tahun 2004 tentang PKDRT. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp30 juta,

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Ia juga akan dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan menyebabkan luka berat, dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun," pungkasnya.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.