Pixel Code jatimnow.com

Dugaan Kewarganegaraan Ganda, WN Australia Dilaporkan ke Imigrasi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zain Ahmad
Irsan Pribadi Susanto usai melaporkan Chrisney Yuan Wang ke Kantor Imigrasi. (Foto: Asih for jatimnow.com).
Irsan Pribadi Susanto usai melaporkan Chrisney Yuan Wang ke Kantor Imigrasi. (Foto: Asih for jatimnow.com).

Surabaya - The Irsan Pribadi Susanto melaporkan Chrisney Yuan Wang ke Imigrasi atas dugaan kasus dwi kewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda. Atas laporan ini, Chrisney kabarnya telah menjalani pemeriksaan, begitupun Irsan sebagai pelapor.

Filipus Goenawan, kuasa hukum The Irsan mengatakan bahwa kliennya itu diperiksa untuk  klarifikasi terkait kasus tersebut. Ada 18 pertanyaan dijawab Irsan, diantaranya adalah sampai sejauh mana Irsan mengetahui bahwa Chrisney yang menurut pemeriksaannya terdahulu mengakui bahwa dirinya adalah warga negara asing (WNA) Australia dan memiliki paspor Australia.

"Mengenai kepemilikan dokumen berupa KTP dan paspor memang sudah diminta dikembalikan oleh penyidik imigrasi. Tapi Chrisney sengaja menunda-nunda untuk mengembalikannya yang katanya dengan alasan menunggu putusan pengadilan atas terdakwa Irsan dalam perkara KDRT. Kami meminta negara dalam hal ini imigrasi harus bertindak," tegas Filipus, Senin (4/7/2022).

Sehingga secara fakta hukum, kata Filipus, Chrisney telah menggunakan identitas palsu di Polda Jatim. Dan Polda Jatim seharusnya jeli atas perkara ini, serta harus segera bertindak dalam laporan KDRT dan selanjutnya secara hukum telah melakukan tindak pidana berat, yakni berupa sumpah palsu di dalam proses penyidikan, penuntutan dan di sidang pengadilan.

"Ini harus menjadi pertimbangan hukum dalam memutus perkara KDRT. Ada penyelundupan hukum. Kalau menurut kami kuasa hukum berdasarkan Undang-Undang kekuasaan pokok kehakiman, hakim leluasa memutus perkara tanpa adanya tekanan atau intervensi siapapun. Artinya harusnya Irsan dapat dibebaskan dari segala tuduhan," jelasnya.

Sementara Bong Bong Prakoso Napitupulu, Kasi Intel dan Penindakan Kanim Jakarta Utara menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak baik pelapor maupun terlapor.

Hingga saat ini masih dilakukan rangkaian pemeriksaan. Pihaknya juga masih menunggu beberapa dokumen pendukung dari Chrisney Yuan Wang yang sampai saat ini belum diserahkan ke Imigrasi.

Baca juga:
Kasus Kewarganegaraan Ganda WN Australia di Surabaya, Ini Kata Pakar Hukum

"Dalam rangkaian proses pemeriksaan, kami juga akan lakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi (Kantor Pusat), Ditjen AHU (Sebagai institusi yang dapat menentukan status Kewarganegaraan), serta Kedutaan Australia (sebagai negara kedua yang diduga dimiliki oleh saudari Chrisney)," ujarnya.

"Update terakhir yang kami peroleh memang yang bersangkutan saat ini sedang berada di luar kota, sehingga dokumen yang kami mintakan belum dapat diserahkan kepada kami," tambah Bong Bong Prakoso.

Selain itu, tentunya pihaknya juga akan melayangkan surat panggilan lanjutan terkait permintaan dokumen dimaksud.

Baca juga:
3 WNA Berulah di Kota Pasuruan, Pura-pura Tukar Uang, Ternyata Embat Duit Kasir

Terpisah, Gideon Kuasa Hukum Chrisney Yuan Wang saat dikonfirmasi mengakui bahwa Chrisney sudah menjalani pemeriksaan.

"Iya benar sudah dipanggil dan datang ke Imigrasi Jakarta Utara untuk memberikan klarifikasi," jelasnya.

Terkait alasan belum menyerahkan beberapa dokumen yang belum diserahkan ke Imigrasi, Gideon belum memberikan jawaban.