Pixel Code jatimnow.com

Ojo Percoyo Rek! Begini Modus Dukun Palsu di Jember Gandakan Uang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Dwi Kuntarto Aji
Barang bukti alat pesugihan dukun saat diamankan Mapolsek Semboro. (Foto: Humas Polsek Semboro)
Barang bukti alat pesugihan dukun saat diamankan Mapolsek Semboro. (Foto: Humas Polsek Semboro)

Jember - Polsek Semboro mengamankan H. Moch Shodiq alias Abah Mohamad (57) karena mengaku dukun pesugihan yang bisa menggandakan uang. Salah satu korbannya bernama Nanang Santoto.

Kepada polisi, Nanang pun mengungkap modus penipuan yang dilakukan dukun palsu Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember.

Pelaku menyuruh korbannya, sebagai peminta uang gaib, harus menyiapkan mahar, burung gagak hitam dan beberapa hal yang sakral.

Setelah itu si dukun tersebut menyuruh memasukan uang Rp100 ribu sebanyak 3 lembar, dan dimasukkan dalam kaleng biskuit.

Setelah itu, korban disuruh bawa pulang kaleng itu. Namun uang tersebut tidak bisa langsung digunakan, melainkan harus dibakar dupa sehari sebelum uang dipakai.

Baca juga:
Dukun Palsu Pengganda Uang di Banyuwangi Diringkus Polisi

"Jadi uang tersebut ditaruh dalam kaleng biskuit 3 lembar, dan pesan dukun agar sebelum digunakan harus dibakar dupa. Setelah itu uang saya belikan di toko 2 lembar dan uang tidak kembali ke kaleng, lalu saya baru sadar jika saya terperdaya dan ditipu," kata Nanang Santoso di hadapan penyidik Polsek Semboro, Rabu (6/7/2022).

Nanang juga menjelaskan, ia bertemu dengan dukun pesugihan tersebut karena dikenalkan oleh seseorang asal Jember. Lalu dirinya mengaku seperti orang linglung dan menurut saja ketika disuruh mentransfer uang atas dasar tipu daya para pelaku tersebut.

Baca juga:
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dukun Palsu di Jember Ditangkap Polisi

"Saya dikenalkan seseorang kepada Abah ini, Pak. Dan saya sudah transfer 5 kali dengan total Rp26 juta lebih. Kata dukun ini buat beli burung gagak dan keperluan lain demi agar uang gaib cepat diproses dan segera bisa dipergunakan," aku korban.

"Karena kejadian itu saya seperti terhipnotis dan baru sadar saya jadi korban. Lalu saya laporkan hal ini kepada Polsek Semboro karena dukun ini bertempat di Kecamatan Semboro," pungkas dia.