Pixel Code jatimnow.com

Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok di Mojokerto Naik

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat pantau harga di Pasar Tanjung Anyar. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo saat pantau harga di Pasar Tanjung Anyar. (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Jelang Idul Adha sejumlah bahan pokok seperti cabai, bawang dan tomat di Mojokerto mengalami kenaikan harga. Kenaikan empat komoditi ini terjadi sejak dua bulan lalu.

Tomat yang tadinya seharga Rp15 ribu naik jadi Rp20 ribu per kilogram, bawang merah Rp35 ribu naik dua kali lipat menjadi Rp60 ribu.

Harga cabai merah Rp 60 ribu merangsek naik jadi Rp90 ribu, harga cabai rawit merangsek naik di harga Rp100 ribu, yang sebelumnya Rp92 ribu.

Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo mengatakan, secara umum ketersediaan stok bahan-bahan dapur ini masih ada. Namun, terjadi kenaikan di beberapa kebutuhan bahan pokok tersebut.

"Saat ini ada cabai kecil, cabai merah, bawang merah, dan tomat yang naik. Selebihnya stabil," kata Gaguk di Pasar Tanjung Anyar, Rabu (6/7/2022).

Baca juga:
Harga Kebutuhan Pokok di Lamongan Melonjak Jelang Idul Adha

Sementara, untuk harga daging sapi relatif stabil di angka Rp120 ribu. Hanya saja pedagang daging mengeluh karena saya beli masyarakat turun drastis karena adanya wabah penyakit mulut dan kaki (PMK).

"Untuk daging kita jumpai harga tidak naik, tapi permintaan menurun karena PMK. Sebenarnya, virus ini tidak berpengaruh terhadap manusia, asal cara memasaknya tepat," jelas Gaguk.

Menurut Gaguk, naiknya harga ini bukan karena tidak adanya stok atau ketersediaan bahan dapur itu sendiri namun diduga stok pasokan dari pemasok kurang. Sehingga, para penjual harus mengambil pasokan ke daerah lain yang lebih jauh.

Baca juga:
Harga Kebutuhan Pokok Meroket, Pasar Tradisional di Bojonegoro Sepi Pembeli

Seperti pasokan cabai merah berasal dari Tuban dan Blitar, tapi dikarenakan stok menipis pedagang pasar mengambil stok di daerah Banyuwangi.

"Rupanya berpengaruh pada transportasinya. Hingga berpengaruh pada kenaikan harganya juga, itu cabai merah," pungkasnya.