Pixel Code jatimnow.com

Daftar Haji Furoda, Wakil Ketua DPRD Tulungagung Gagal Berangkat

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Ilustrasi keberangkatan jemaah calon haji (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ilustrasi keberangkatan jemaah calon haji (Foto: Dok. jatimnow.com)

Tulungagung - Keinginan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini harus dipendam lagi oleh Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Ahmad Baharudin.

Politisi Partai Gerindra ini menjadi salah satu jemaah haji furoda, yang gagal berangkat. Padahal dia mendaftar melalui salah satu biro perjalanan haji dan umroh terkemuka. Dia gagal berangkat bersama 60 orang lainnya.

Baharudin mengaku masih berada di Jakarta untuk mendapatkan kepastian dari pihak biro perjalanan. Pria yang sudah dua kali menjabat sebagai anggota legislatif ini mendaftar haji furoda pada Tahun 2019 lalu.

Awalnya Baharudin akan berangkat haji di Tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19 melanda dunia, rencana tersebut batal.

"Saya juga sudah ikut manasik haji di Tahun 2020, tapi tidak jadi berangkat karena Pemerintah Arab Saudi waktu itu meniadakan ibadah haji karena Covid-19," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/7/2022).

Terdapat dua pilihan harga yang ditawarkan oleh pihak biro perjalanan. Yakni 25 ribu dolar Amerika untuk satu kamar berisi empat orang dan 26 ribu dolar Amerika untuk satu kamar berisi dua orang.

Baca juga:
Gagal Berangkatkan Puluhan Jemaah Haji Furoda, Begini Penjelasan Biro Perjalanan

Baharudin memilih paket kedua karena berangkat bersama istrinya. Harga tersebut belum termasuk tiket keberangkatan dari Juanda Surabaya ke Jakarta. Rencananya Baharudin akan berangkat pada Minggu (3/7/2022) lalu.

"Tapi ternyata visa dari Pemerintah Arab Saudi belum jadi dan semalam dipastikan kami batal berangkat," tuturnya.

Total terdapat 62 calon jemaah haji furoda yang gagal berangkat dari biro perjalanan yang sama. Empat di antaranya berasal dari Tulungagung. Pihak biro perjalanan memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali uang pendaftaran atau berangkat tahun depan.

Baca juga:
Pemerintah Sumbang Rp1,5 T untuk Jemaah Haji, Gus Fawait: Fasilitasnya Terbaik

Pemberitahuan ini diumumkan secara lisan. Meskipun begitu, Baharudin mengaku belum mengambil sikap atas pilihan tersebut.

"Sekarang yang paling penting pulang dulu ke rumah, ini sedang mencari tiket untuk bisa pulang," pungkasnya.