Pixel Code jatimnow.com

Punya 48 Cucu dan Cicit, Nenek di Ponorogo Jalani Tradisi Angon Putu

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
48 cucu dan cicit Hj Lebrok menjalani tradisi angon putu. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
48 cucu dan cicit Hj Lebrok menjalani tradisi angon putu. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Suku Jawa kental dengan banyaknya tradisi. Salah satunya adalah 'angon putu'. Tradisi ini terlihat di Pasar Legi Ponorogo, Sabtu (9/7/2022).

Suasana pusat ekonomi Bumi Reog itu tiba-tiba riuh karena kedatangan Hj Lebrok warga Kelurahan Paju, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo.

Nenek berusia 120 tahun menggunakan kursi roda dan membawa pecut. Sekali-kali juga berdiri. Terlihat nenek yang menggunakan baju coklat itu sekali-kali memecut para cucu dan cicitnya berjumlah 48 orang.

Bukan karena marah, Hj Lebrok memecut merupakan bagian dari tradisi angon cucu dan cicit. Untuk lecutan berguna untuk mengarahkan cucu dan cicit. Lecutan itu diayunkan tanpa menyakiti.

Cucu dan cicit diberikan uang Hj Lebrok. Mereka kemudian menuju lantai 4 Pasar Legi. Uang yang diberikan itu bebas digunakan untuk beli apapun.

"Kami sebagai orang Jawa, ingin melestarikan leluhur dulu. Bilamana orang Jawa sudah memiliki cucu 25 orang, wajib diajak jajan di pasar, dengan sebutan angon putu," kata Dirman, anak ke-7 dari Nenek Lebrok.

Dirman dan keluarganya lainnya sangat bersyukur. Pasalnya ibunya sudah usia senja tapi masih sehat. Bahkan Hj Lebrok baru perjalanan pulang dari Jakarta.

Baca juga:
Kenang Sejarah, Warga Desa Sumbercangkring Kediri Hidupkan Tradisi Barikan

Dirman berusia hampir 60 tahun. Anak pertama Hj Lebrok berusia 76 tahun. Cucu pertama usia 58 tahun dan paling kecil SMP Kelas 1. Sedangkan cicitnya ada yang masih bayi.

"Pada Lebaran haji ini, ibu kepingin angon putu. Makanya beliau memberitahukan kepada anak dan cucu-cucunya untuk pulang ke Ponorogo," katanya.

Kegiatan angon putu ini hanya digelar satu kali. Selain untuk melestarikan adat budaya Jawa, kegiatan angon putu ini juga sebagai wujud rasa syukur. Di umurnya yang sudah tidak muda lagi, namun masih diberikan kesehatan dan badan segar.

Baca juga:
Pawai Taaruf Meriahkan Zahrra Fest di Alun-alun Tuban

Sementara, raut wajah Hj Lebrok terlihat bahagia. Dia tidak menyangka bisa menjalankan tradisi angon putu ini.

"Tidak ada jamu apa-apa. Semua makanan dimakan. Tetap jualan di usia senja. Jadi tetap beraktivitas, " pungkasnya.

Dulu tradisi angon putu sering diadakan oleh masyarakat Jawa. Namun, saat ini sudah jarang sekali dijumpai seiring dengan jumlah anak dalam satu keluarga sekarang tidak banyak.