Pixel Code jatimnow.com

Penyerangan Massa Pesilat di Lamongan, Korban: Dilempari Sambil Teriak PKI

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Kesaksian korban penganiayaan oleh massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kesaksian korban penganiayaan oleh massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Korban penyerangan massa pesilat di Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Lamongan memberi kesaksian betapa mencekamnya insiden tersebut. Kepada jatimnow.com, pemilik warkop MS mengungkapkan bahwa massa kurang lebih 500 orang mendadak brutal tanpa sebab. Ia menduga ada sentimen antarperguruan silat dalam insiden tersebut.

"Sudah tiga kali ini warkop saya di serang, entah sebabnya apa. Saya lihat pelakunya masih belasan tahun," ungkap MS, Selasa (19/7/2022).

Diceritakan MS, kejadian berlangsung singkat. Ratusan batu melayang ke warkop yang berdampingan dengan rumahnya. Salah seorang anaknya juga menjadi korban.

"Dilempari sambil teriak PKI-PKI, juga menggunakan balok kayu dan melukai pengunjung kopi," terangnya.

Baca juga:
Pengeroyokan Antar Pesilat Terjadi Lagi di Sidoarjo, Bawa Celurit hingga Samurai

Selain itu, sejumlah barang yang ada di warkop miliknya hancur. Selain itu juga ada 4 orang menjadi korban penganiayaan. Paling ironis, massa pesilat juga menganiaya pengunjung kopi berusia 50 tahun

"Korbannya 4 orang, 1 di antaranya berumur lanjut dan luka di bagian kepala," paparnya.

Baca juga:
Pesilat Ponorogo Gondol Emas Kejuaraan Dunia, WA Orang Tua Sebelum Tanding

Salah seorang korban FA memberi kesaksian bahwa dirinya dipukuli menggunakan balok kayu mengarah ke bagian kepala dan wajahnya.

"Waktu itu, untungnya saya masih bisa bertahan dan menepis serangan, hingga tangan saya lebam," tambahnya.