Pixel Code jatimnow.com

Geram Sering Diserang Massa Pesilat di Lamongan, Korban Tantang Duel 1 Lawan 1

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Kesaksian korban penganiayaan oleh massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Kesaksian korban penganiayaan oleh massa pesilat di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - MS pemilik warkop korban penyerangan massa pesilat di Desa/Kecamatan Sugio, Lamongan, mengaku geram atas aksi yang terjadi. Terhitung 3 kali tempat usahanya di teror massa pesilat. Meski begitu, ia menyadari bahwa tindakan tak bermoral itu dilakukan sebagian oknum.

Guna mengakhiri konflik berkepanjangan, MS memilih jalur sportif. Yakni duel satu lawan satu guna mencegah pengeroyokan dan teror yang terus memakan korban.

"Kan bisa kalau uji mental, adu kekuatan di atas perlombaan atau even. Jangan keroyokan," ungkap MS kepada jatimnow.com, Selasa (19/7/2022).

Diceritakan MS, massa berjumlah 500 orang berulah brutal. Ia pun menuntut ganti rugi atas insiden yang menghancurkan sejumlah barang di warkopnya.

Baca juga:
Pesilat Ponorogo Gondol Emas Kejuaraan Dunia, WA Orang Tua Sebelum Tanding

"Kalau gini ya nggak ada selesainya. Solusi pengakhiran konflik lewat duel tersebut mungkin bisa meminimalisasi masalah baru. Hingga saat ini masih menuntut kerugian, dari pihak terkait dan terduga pelaku mas," ucapnya.

Sebelumnya, aksi perusakan dan penganiayaan terjadi pada Minggu (17/7/2022) lalu. Terjadi pada dua warkop milik warga di Desa Sugio dan Sekarbagus.

Baca juga:
Penyerangan Massa Pesilat di Lamongan, Korban: Dilempari Sambil Teriak PKI