Pixel Code jatimnow.com

Kapal Tenggelam di Laut Grajagan Banyuwangi, Jenazah 2 Nelayan Ditemukan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Rony Subhan
Jenazah korban kapal terbalik di perairan Grajagan dievakuasi. (Foto: Media Center Basarnas Surabaya)
Jenazah korban kapal terbalik di perairan Grajagan dievakuasi. (Foto: Media Center Basarnas Surabaya)

Banyuwangi - Dua orang pemancing yang hilang karena mengalami musibah kapal terbalik di perairan Grajagan ditemukan oleh tim gabungan. Sekira pukul 06.00 WIB, Selasa (19/7/2022), jenazah korban dievakuasi tim gabungan di darat dan langsung dibawa ke RSUD Genteng.

Kabar penemuan dua pemancing itu dibenarkan oleh Kapolsek Purwoharjo AKP Budi Hermawan. Ia menjelaskan bahwa dua pemancing tersebut ditemukan di tempat yang berbeda. Korban pertama ditemukan di laut, dan korban kedua di darat.

"Benar, dua jenazah sudah ketemu dan tadi langsung dievakuasi oleh tim gabungan. Dua jenazah sudah dievakuasi lalu akan diserahkan kepada keluarganya,” tegas Budi.

Tim Sar Gabungan saat pencarian korban melibatkan Rescuer Pos SAR Banyuwangi, BPBD, Polsek dan Koramil Purwoharjo, Kamladu Grajagan, Polairud, Satpol PP, Rapala, SAR MTA, dan warga sekitar juga dua ambulans dari TRC Genteng dan Sempu.

Kepala SAR Surabaya Hari Adi Purnomo, yang sekaligus menjadi SAR Mission Coordinator pada pencarian orang tenggelam di laut Grajagan, menerangkan kejadian yang menimpa kapal Hoky 88 tersebut.

Baca juga:
Kapal Tenggelam di Selatan Pulau Masalembu Sumenep, 10 Orang Selamat

“Awal kejadian, terjadi kecelakaan kapal nelayan dengan 1 nahkoda dan 5 ABK yang disebabkan dari kapal mengalami mati mesin kemudian terhantam ombak sehingga kapal terbalik di plawangan laut Grajagan,” ungkapnya.

"Dua korban dapat ditolong oleh nelayan sekitar. Dua nelayan lain ditemukan meninggal dunia di hari yang sama. Sedangkan 2 korban tidak dapat ditemukan sehingga Rescuer Pos SAR Banyuwangi dikerahkan untuk bergabung dengan tim SAR gabungan demi lakukan pencarian,” lanjutnya.

Kedua korban akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada hari pencarian ketiga, Selasa (19/7). Korban pertama ditemukan nelayan serta tim SAR gabungan dengan jarak 0,6 NM dari lokasi awal kejadian.

Baca juga:
Kisah 3 Orang Terapung 8 Hari di Laut Hindia, Diselamatkan Nelayan Malang

Korban dalam keadaan meninggal dunia kemudian dievakuasi dengan perahu nelayan. Pukul 06.40 WIB Tim Inafis menyatakan korban merupakan nelayan yang dicari setelah mengalami perahu terbalik atas nama Zainul (38). Korban berikutnya atas nama Muhadi (38), diketemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB.

Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban dari titik penemuan yang jaraknya 0,73NM dari lokasi awal kejadian.