Polemik Perubahan Jalan

DPRD Jatim : Wacana Jalan Bernuansa Sunda Sudah Lama Diusulkan

Editor: Arif Ardianto / Reporter:

Jalan Dinoyo Surabaya

jatimnow.com - Perubahan ruas jalan di Kota Surabaya yang diusulkan oleh Gubernur Jawa Timur menjadi pro kontra di kalangan masyarakat.

Ternyata, wacana penamaan bernuansa Sunda itu sudah dibahas sejak 2014 di DPRD Jatim.

"Itu (penamaan bernuansa Sunda) memang sudah wacana lama. Dulu sempat dibahas di Komisi A," kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Bambang Suyono kepada jatimnow.com melalui telepon, Rabu (7/3/2018).

Politisi PDI Perjuangan ini menerangkan, sejarah lama perseteruan antara Sunda dengan Majapahit sejak masa lalu.

Hingga daerah berganti Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, masih belum terselesaikan secara kultural yang tercermin pada jalan yang bernuansa Sunda atau Jawa Timur di kedua provinsi ini.

"Kita dulu pernah mengusulkan supaya suasan bersatu dalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Kita minta kepada eksekutif (Pemprov Jatim), secara simbolik memberikan nama jalan bernuansa Sunda," tuturnya.

"Kami juga mengusulkan kepada Pemprov Jabar, juga memberikan jalan bernuansa Jawa Timur seperti Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada. Supaya antar kultur budaya yang berbeda. Serta mengakhiri masa lalu tanpa ada ketegangan," ujarnya.

Bambang mengatakan, dirinya tidak tahu ketika Gubernur Jatim Soekarwo melakukan rekonsiliasi budaya dengan Gubernur Jawa Barat.

Langkah kedua pemerintah provinsi tersebut, kata Bambang, dinilai bagus. Karena menyelesaikan persoalan masa lalu tanpa ketegangan.

"Kita nggak tahu (ada rekonsiliasi budaya). Kita juga nggak tahu, prosesnya seperti apa, penamaannya di jalan apa, kita juga nggak tahu. Kita tahunya itu dari media," katanya.

Ia tidak mempersoalkan pergantian nama Jalan Dinoyo menjadi Jalan Pasundan (radius sekitar 300 meter). Sedangkan jalan Gunungsari berubah menjadi Jalan Prabu Siliwangi.

"Kita serahkan ke eksekutif, karena itu ranahnya eksekutif. Kita hanya mengusulkan saja," terangnya.

Disinggung adanya masyarakat yang menolak rencana perubahan nama di Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari.

"Saya kira, setiap warga negara punya hak untuk menyampaikan aspirasi, dengan cara-cara yang sesuai aturan. Ada yang pro dan ada yang kontra itu lumrah. Tapi kita harus melihat aspek kepentingan substansi yang lebih besar. Jangan karena ini, itu, malah menjadi masalah lebih besar," tandasnya.

Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter