Pixel Code jatimnow.com

Bolos Sekolah di Warung Kopi, Belasan Pelajar di Lamongan Terciduk Satpol PP

Editor : Zaki Zubaidi   Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Penggerebekan pelajar Lamongan yang kedapatan bolos sekolah dan ngopi di warkop. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Penggerebekan pelajar Lamongan yang kedapatan bolos sekolah dan ngopi di warkop. (Foto-foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Belasan pelajar di Lamongan diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) usai kedapatan asik ngopi saat jam pelajaran berlangsung.

Satpol PP yang saat itu menggelar razia kasih sayang memergoki para pelajar yang justru asik nongkrong memakai seragam di kafe dan warkop di kawasan Kota Lamongan.

"Belasan pelajar yang diamankan ini rata-rata masih SLTA," kata Kabid Perundang-undangan Satpol PP Lamongan, Safari kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Dikatakan Safari, beberapa dari pelajar yang tepergok mencoba menghindari kejaran petugas dan meloloskan diri. Sebagian lagi diamankan dan diberi sanksi berefek jera. Total 19 pelajar berhasil diamankan.

Baca juga:
TNI-Polri Geledah Blok Hunian Wanita di Rutan Probolinggo

"Razia kasih sayang ini sasarannya warung-warung yang ditengarai dijadikan tempat bolos pelajar. Beberapa warung tersebut diantaranya yang ada di Jalan Veteran, Jalan Soewoko dan Desa Made, yang semuanya masuk dalam Kota Lamongan," ujarnya.

Baca juga:
Tim Kalamunyeng Amankan Puluhan Botol Miras dan Rokok Ilegal di Benjeng Gresik

Selain itu, para pelajar ini juga diminta untuk mengisi surat pernyataan agar tidak lagi bolos sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Petugas, tandas Safari, juga akan memanggil pihak sekolah masing-masing pelajar ini.

"Kami minta untuk mengisi surat pernyataan agar tidak lagi bolos sekolah saat jam pelajaran sedang berlangsung," tandasnya.

SD Negeri di Tulungagung Ini Hanya Dapat Satu Murid Baru
Wiyata

SD Negeri di Tulungagung Ini Hanya Dapat Satu Murid Baru

Minimnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN 2 Sembon Tulungagung dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya kondisi fisik sekolah yang dinilai kurang menarik dibanding sekolah lain di sekitarnya.