Pixel Code jatimnow.com

Sandiaga Ajak Santri Ponpes Ar Rosyid Bojonegoro Jadi Lokomotif Kreatif

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Misbahul Munir
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberi materi pada stadium general di Ponpes Al Rosyid Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Menparekraf Sandiaga Uno saat memberi materi pada stadium general di Ponpes Al Rosyid Bojonegoro. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengajak santri Pondok Pesantren Ar Rosyid Bojonegoro untuk menjadi lokomotif ekonomi kreatif, penggerak literasi digital serta produsen konten positif penyejuk bangsa.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam stadium general pada acara kunjungan ke Ponpes Ar Rosyid Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (27/7/2022).

Sandiaga mengatakan saat ini dunia sudah pada tatanan ekonomi baru perkembangan industri 4.0 yang ditandai dengan digitalisasi yang semakin maju dan cepat. Maka dari itu para santri dituntut untuk siap serta lebih kreatif, inovatif dan adaptif untuk menjawab tantangan itu.

"Karena potensi santri, jumlah santri yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia turut berpartisipasi dalam pembangunan perekonomian. Santri harus menjadi lokomotif ekonomi kreatif khususnya teknologi dan informasi dan digital, produsen informasi dan lokomotif literasi digital serta penggerak konten-konten dan produk yang bermutu dan bernilai islami," papar Sandiago.

Ia juga mengajak kepada seluruh santri untuk menjadi produsen konten penyejuk agar bangsa Indonesia semakin kuat bersatu dan tidak terpecah belah di tengah gempuran konten profokatif yang memperkeruh kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Baca juga:
Hadiri Sidang di PN Surabaya, Mas Bechi: Alhamdulillah Sehat

Sandiaga juga memaparkan, pengguna internet di Indonesia saat ini sebanyak 205 juta atau setara dengan 74 persen dari populasi Indonesia. Kehadiran internet membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan.

Internet sebagai jembatan untuk mencari ilmu, menjalin pertemanan hingga untuk memperoleh penghasilan dan melakukan aktifitas perekonomian melalui digital marketing. Namun internet juga mempunyai dampak negatif bila tidak dikelola dengan baik.

"Untuk itu santri harus hadir dan menggunakan internet sebagai sarana untuk hal-hal yang positif, promosi produk-produk santri," tandasnya.

Baca juga:
Ratusan Polisi Amankan Sidang Mas Bechi di PN Surabaya

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Ar Rosyid Bojonegoro KH Alamul Huda mengatakan kunjungan Menparekraf ini untuk meletakkan batu pertama STEBIA dan meresmikan minimarket La Royba Mart milik Ponpes Al-Rosyid serta stadium general bersama seluruh santri dan mahasiswa Ponpes Al Rosyid.

"Semoga dengan hadirnya Menparekraf Pak Sandiaga Uno dapat membawa berkah bagi semuanya khususnya bagi Bojonegoro, juga kepada pelaku ekonomi kreatif yang ada di Bojonegoro, semoga usaha kita bersama ini mendapat ridho dari Allah SWT, kita dapat mandiri dari segi ekonomi," pungkasnya.