Pixel Code jatimnow.com

Yuk! Mencicipi Kuliner Arab dengan Harga Murah Bercita Rasa Mewah di Arabelly

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Zain Ahmad
Nasi Biryani, salah satu masakan khas Timur Tengah yang dijual Ninik.(Foto: Fika for jatimnow.com).
Nasi Biryani, salah satu masakan khas Timur Tengah yang dijual Ninik.(Foto: Fika for jatimnow.com).

Surabaya - Kuliner khas Timur Tengah menjadi favorit sebagian orang. Aroma gurih dan rempah kuat pada menu utamanya membuat banyak orang tergoda. Ditambah cita rasa manis pada menu penutupnya membuat lidah bergoyang.

Nah, untuk menikmati cita rasa ala negeri 1001 malam, Anda tidak perlu jauh-jauh ke Arab. Di Kota Surabaya sudah banyak yang menjual masakan tersebut. Salah satunya di Jalan Genteng Besar. Nama tempatnya Arabelly, yang merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik Ninik Yahya.

Masakan Arab yang dijual salah satunya Nasi Biryani. Resepnya pun asli dari negeri berjuluk negara minyak itu. Untuk harganya sangat terjangkau.

Kepada jatimnow.com, Ninik bercerita bahwa bisa membuat masakan Arab hingga berjualan berawal dari almarhum suaminya, Ilyas Yahya. Dia meninggalkan berbagai resep makanan khas Arab di dokumen-dokumen penting.

"Sewaktu suami saya meninggal dunia, saya membereskan dokumen seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian, sampai ijazah. Di situ saya menemukan resep masakan yang kemudian saya gunakan di Arabelly ini," terangnya, Kamis (28/7/2022).

(Foto: Fika for jatimnow.com)(Foto: Fika for jatimnow.com)

Beberapa resep yang ditemukannya adalah Nasi Mandhi, Nasi Biryani, Chicken Al-Baik, Samosa, Martabak Arab, hingga Laffa. Ia pun mulai membuat masakan-masakan khas Timur Tengah dan dijual dengan harga terjangkau.

"Suami saya meninggal karena Covid-19 pertengahan 2020. Arabelly mulai dipasarkan sejak pandemi awal," kata perempuan berusia 52 tahun tersebut.

Saat ini, Arabelly menyediakan Nasi Biryani, Chicken Al-Baik dan Laffa. Nasi Mandhi memang belum dijual karena masih cenderung mahal.

Baca juga:
Pasar Djadoel Grissee Hadirkan Sego Karak hingga Endog Wader

"Bahan baku dan pembuatan Nasi Mandhi cukup premium. Nggak bisa dijual murah. Sementara saya ingin makanan Arab ini bisa dinikmati dengan harga murah tapi cita rasa mewah," tambah Ninik.

Ia mencontohkan dengan Nasi Biryani buatannya. Dilengkapi rempah-rempah olahan dan daging roasted chicken yang juicy dan lembut, masyarakat cukup mengeluarkan uang Rp 25 ribu saja.

"Biasanya Nasi Biryani dipatok harga Rp30 ribu ke atas. Ini harga kaki lima tapi kualitas premium. Bau rempahnya strong tapi nggak bikin mual. Daging ayamnya juga juicy dan bumbunya meresap sampai ke dalam," jelasnya.

Sementara laffa, kata Ninik, merupakan kudapan berupa tortilla berisi roasted chicken dan sayur mayur. Satu porsi dipatok dengan harga Rp10 ribu.

"Yang bikin beda adalah bumbunya. Bumbu mayonaise dengan olive oil dan olahan rempah khas Arabelly. Sama seperti Chicken Al-Baik, bumbunya beda. Aroma Rempah-rempahnya kuat, tapi rasanya soft. Melted di lidah," ungkapnya.

Baca juga:
Nasi Osik Wak Ren, Kuliner Khas Sepanjang Sidoarjo

Sejauh ini, pelanggan sering memesan Nasi Biryani di tempeh besar. Satu tempeh berisi Nasi Biryani, Roasted Chicken, topping samosa, dan roti pita.

"Satu tempeh bisa untuk 5 orang. Paling banyak untuk 10 orang. Kisaran harga dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu," sebutnya.

Dalam seminggu, Ninik bisa menerima pesanan 10-15 tempeh. Sementara laffa dan martabak bisa dipesan langsung di lapak UMKM Genteng Besar Surabaya.

"Untuk sementara kami hanya menerima pemesanan via Instagram dan offline di Jalan Genteng Besar," tandas ibu dua anak tersebut.