Pixel Code jatimnow.com

Kisah Barongan Tua Reog Ponorogo, Kembali ke Pemilik Setelah Dijual

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Mita Kusuma
Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)
Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Barongan adalah kepala rog. Dulunya terbuat dari kulit harimau atau macan. Tapi karena semakin langka dan macan termasuk hewan dilindungi, akhirnya barongan terbuat dari kulit sapi. Tapi kini masih ada barongan tua yang tersimpan dengan rapi. Seperti yang dipamerkan di Kompleks Kantor Kabupaten Ponorogo.

Di sana, setidaknya ada 10 barongan lawas yang dipajang. Setiap barongan disertai dengan keterangan tahun pembuatan dan pemiliknya.

"Barongan paling lama dibuat 1910 dan paling muda pembuatannya pada 1950," ujar salah satu pengoleksi barongan lawas, Budi Maryono, Kamis (28/7/2022).

Budi sendiri mempunyai 3 barongan. Yakni buatan 1940, 1946 dan 1948. Sebenarnya masih banyak barongan yang disimpan secara individu di rumah warga. Setahun melakukan penelusuran, Budi mencatat ada 600 barongan tua yang hingga kini masih tersimpan di rumah warga. Lokasinya tidak hanya dari Ponorogo. Ada di Madiun, Magetan hingga terjauh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)Pameran barongan tua.(Foto: Mita Kusuma)

Baca juga:
Kisah Mistis Makam Mbah Sambi di Kawasan Perumahan Elite Jombang

Menurut keterangan yang diperoleh Budi, orang-orang yang menyimpan barongan itu tidak boleh menjualnya. Berapapun nominal penawarannya tetap tidak boleh dijual. Rusak atau tidak nantinya tetap dijaga dan dirawat di rumah.

"Pesan dari embah-embah dulu tidak boleh dijual. Suruh simpan di rumah meski hingga nanti kemungkinan rusak parah," katanya.

Pernah ada yang nekat menjual barongan. Karena buatan tahun lama, barongan itu laku puluhan juta rupiah. Barongan tersebut dibawa pemilik baru pada siang harinya. Namun entah bagaimana caranya, barongan tersebut akhirnya kembali ke pemilik lama.

Baca juga:
Truk Tabrak Pohon di Lamongan, Sopir: Mata Saya Ditutup Makhluk Gaib

"Makanya nggak pernah ada yang menjual. Walaupun ratusan rupiah juga tidak bakal dilepas, " pungkasnya.

Sekadar diketahui, literasi reog dari masa ke masa coba dihadirkan dalam perayaan Grebeg Suro 2022. Panitia sengaja mengadakan pameran barongan lawas, supaya masyarakat tahu model atau bentuk dari tahun ke tahun. Sebab seiring dengan perkembangan zaman, ternyata model barongan reog mengalami perubahan.