Pixel Code jatimnow.com

Penyakit Degeneratif Ancam Generasi Muda, Iki Lho Rek Tips Mencegahnya

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
STP Founder Kuliah Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo. (Foto: Benny for jatimnow.com)
STP Founder Kuliah Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo. (Foto: Benny for jatimnow.com)

Mojokerto - Jenis penyakit degeneratif tidak hanya dialami usia lanjut. Pada perkembangannya mulai mengancam kelompok usia muda atau produktif dan mulai mengkhawatirkan.

Penyakit seperti jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi diikuti kanker, diabetes melitus yang disertai komplikasi. Data ini dikeluarkan oleh Kemenkes tahun 2020.

STP Founder Kuliah Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo mengatakan, tren penderita penyakit degeneratif naik. Maka upaya Indonesia untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas menuju Indonesia maju pada 2045 mendatang, sulit tercapai.

"Hal inilah yang mendorong mempelajari skema tubuh manusia berdasarkan aturan Sang Pencipta, dengan lebih mendalami ilmu pengetahuan dasar seperti biologi dasar, kimia dasar, fisika dasar, bio-kimia, bio-molekuler dan lain sebagainya. Sehingga akhirnya terangkum sebuah konsep kesehatan yang dinamakan Konsep Karnus," kata Benny dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (1/8/2022).

Dalam rangka mensosialisasikan dan mengajak semua kalangan untuk lebih memahami tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya. Manusia telah diciptakan dengan algoritma yang sempurna, sehingga secara alami mampu untuk memperbaiki diri sendiri.

Ia menambahkan, dari hasil penelitiannya disimpulkan bahwa berbagai penyakit berawal dari lambung yang bermasalah. Sehingga berakibat pada kurangnya nutrisi yang dapat diserap oleh tubuh untuk digunakan dalam proses regenerasi.

Akibat dari lambung yang bermasalah, lanjut Benny, makanan tidak bisa tercerna menjadi makanan sel, dalam arti karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino dan lemak (trigliserid) menjadi asam lemak dan gliserol.

"Hal tersebut dapat memicu timbulnya penyakit-penyakit degeneratif seperti, hipertensi, diabetes, stroke, kanker dan lain sebagainya. Untuk sehat kita harus mengerti bagaimana cara kerja tubuh, sehingga kita butuh ilmu agar lebih memahami dan tidak salah dalam memilih pengobatan yang tepat," terangnya.

Sementara itu, ahli Biomedik, dr Sugeng Ibrahim menjelaskan, perspektif arus utama terapi kanker dan laporan interim terapi integratif diabetes.

"Diformulasikan oleh Konsep Karnus salah satunya ALGATEA mengandung EGCG serta terdapat ikatan kompleks dari senyawa tanin dan kolagen terbukti mampu menekan pertumbuhan sel kanker (proliferasi), mendorong apoptosis (bunuh diri sel yang rusak) dan mampu mengganggu sinyal kanker," ungkapnya.

Menurut dr Sugeng, pasien diabetes yang telah mendapatkan perawatan, sekitar 70 persen gagal mencapai target HbA1c. Namun dengan program sembuh diabetes Karnus, sekitar 90 persen berangsur mencapai target HbA1c hanya dalam waktu 4 bulan.

Baca juga:
Kasihan, Pensiunan Perwira Polisi di Sidoarjo ini Berjuang Melawan Sakit

"Hal ini disebabkan karena program pendampingan sembuh diabetes Karnus memiliki dasar ilmu yang sesuai dengan standar terapi pengobatan medik bahkan pemantauannya bisa lebih detail dengan adanya platform digital Karnus BOT1," paparnya.

Salah satu pasien diabetes dan kanker, Fatkhurohman menjelaskan, setelah ikut program sembuh diabetes Karnus nilai HbA1c yang awalnya 14,9 persen menjadi 4,6 persen dalam waktu 4 bulan.

"Kondisi saat ini sudah sangat membaik, saya merasa bugar. Gula darah dari yang semula 190 mg/dl perlahan turun menuju normal," ungkapnya.

Konsep Karnus ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, tak hanya menyampaikan materi secara teoritik tetapi juga memberikan pengalaman secara langsung melalui praktikum-praktikum tentang skema pemecahan makanan oleh asam lambung, proses metabolisme lemak.

"Konsep Karnus ini bisa diaplikasikan untuk semua masalah kesehatan, semoga semakin dikenal masyarakat luas dan sejawat dokter lainnya," beber dr Ary.

Diharapkan, Konsep Karnus dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, terutama dalam pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif ataupun penyakit berbahaya lainnya.

Baca juga:
Wow! Studi ini Sebutkan Jus Delima Turunkan Kadar Gula Darah dalam 15 Menit

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami bagaimana skema tubuh manusia bekerja berdasarkan aturannya, maka semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam pencegahan ataupun penyembuhan berbagai penyakit.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

Diharapkan, Konsep Karnus dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia, terutama dalam pencegahan dan penanganan penyakit degeneratif ataupun penyakit berbahaya lainnya.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami bagaimana skema tubuh manusia bekerja berdasarkan aturan-Nya, maka semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam pencegahan ataupun penyembuhan berbagai penyakit.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Konsep Karnus dan ingin konsultasi kesehatan secara gratis, silakan mengunjungi www.konsepkarnus.com.

Selain itu, untuk mempermudah masyarakat Indonesia memantau kondisi kesehatan penderita diabetes, Karnus telah meluncurkan robot pintar bernama KarnusBOT1, yang dapat diakses di https://robotkarnus.com/, konsultasi dokter secara gratis juga bisa didapatkan melalui platform digital ini.