Pixel Code jatimnow.com

55 Ribu Anak di Tulungagung Jadi Target Imunisasi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Bramanta Pamungkas
Anak di Tulungagung saat menerima suntikan imunisasi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Anak di Tulungagung saat menerima suntikan imunisasi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Sebanyak 55 ribu anak menjadi target Dinas Kesehatan Tulungagung untuk mendapatkan imunisasi. Dalam program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), petugas akan dikerahkan guna memberikan imunisasi pada anak mulai usia 9 hingga 59 bulan.

Imunisasi ini ditargetkan akan tuntas selama satu bulan ke depan. Pemberian imunisasi ini dilakukan di setiap Posyandu yang tersebar di 19 kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rokhmat mengatakan total jumlah sasaran penerima imunisasi sebanyak 55.791 anak. Imunisasi yang diberikan adalah Measles Rubella (MR), Polio, Hepatitis dan imunisasi lengkap lainnya.

Pemberian imunisasi dilakukan melalui dua cara, yakni injeksi atau disuntik serta oral atau ditetes. Pihaknya menargetkan program imunisasi tersebut akan tuntas dalam kurun waktu satu bulan.

"Kami mentargetkan tiga minggu pertama tuntas, mereka yang belum diimunisasi bisa diikutkan dalam minggu keempat," ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Baca juga:
Pekan Muharam Kota Pasuruan, Berbagi Kasih Anak Yatim Bersama Bunda Fatma

Untuk memaksimalkan pemberian imunisasi, pihak Dinkes akan melakukan pemantauan setiap hari kinerja di masing-masing lokasi pemberian imunisasi. Sehingga Dinkes bisa mengambil langkah-langkah antisipatif jika terjadi kendala atau persoalan di lapangan.

"Akan kami evaluasi capaiannya berapa, apa persoalannya, kenapa dan sebagainya. Ini sebagai evaluasi untuk perbaikan pada imunisasi hari berikutnya," tuturnya.

Baca juga:
BIAN, Pemprov Jatim Sekaligus Jalankan Program Pencegahan Stunting

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo berharap pemberian imunisasi ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Mereka nantinya terhindar dari beberapa penyakit seperti campak dan polio yang mampu mengakibatkan kecacatan. Pelaksanaan imunisasi ini merupakan upaya membentuk generasi emas pada 2040 mendatang.

"Kita harapkan anak-anak kita tumbuh sehat dengan imunisasi ini," pungkasnya.