Pixel Code jatimnow.com

Desa Sadulang, Daerah Terpencil di Sumenep Penghasil Rumput Laut

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Fathor Rahman
Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)
Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)

Sumenep - Desa Sadulang merupakan pulau terpisah di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai nelayan. Tapi tak sedikit dari mereka yang membudidayakan rumput laut untuk menambah pendapatan.

Rumput laut yang dibudidayakan warga Desa Sadulang berjenis Cattoni. Jika rumput laut ini sudah rusak, warga menggantinya dengan jenis Spinosum. Sebab jenis tersebut lebih tahan penyakit yang sering menyerang rumput laut yang dibudidayakan para nelayan.

"Selain melaut, di Desa Sadulang juga membudidaya rumput laut, mas. Rumput laut berkualitas dengan kondisi laut yang masih bagus, " Ucap salah satu warga Desa Sadulang, Bustamil Arifin (37), Jumat (5/8/2022).

Setelah panen, rumput laut dikeringkan sebelum dijual ke pengepul. Selanjutnya dikirim ke Surabaya diangkut kapal loading melalui Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Nelayan menjual rumput laut jenis Cattoni kering dengan harga Rp38 ribu per kilogram. Sementara rumput laut basah seharga Rp4.500 per kilogram. Sedangkan untuk jenis Spinosum lebih murah. Rumput laut basah seharga Rp1.000 per kilogram, dan kering seharga Rp6.000 per kilogram.

"Sehingga nelayan tetap berusaha budidaya Cattoni. Jika sudah rusak maka diganti jenis Spinosum. Rata-rata dijual dalam bentuk kering, " katanya.

Baca juga:
KLM Cinta Kembar Ditemukan di Pulau Giliyang, Keluarga Sukarno Berbahagia

Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)Nelayan dan warga melakukan pembibitan rumput laut jenis Cattoni di Desa Sadulang, Sumenep.(Foto: Bustamil Arifin for jatimnow.com)

Hasil produksi rumput laut kering di Desa Sadulang tergolong tinggi. Setiap pengiriman, masing-masing pengepul bisa mengangkut 2-4 ton. Intensitas pengiriman tidak sampai satu bulan.

Para nelayan cukup terbantu dengan budidaya rumput laut. Terlebih saat cuaca buruk dan tidak bisa melaut. Budidaya rumput laut tidak mengenal musim dan bisa dilakukan penanaman berkesinambungan.

Baca juga:
KLM Cinta Kembar Terseret Ombak setelah Mesin Mati, Terdampar di Pulau Giliyang

"Pemerintah desa juga tidak tinggal diam, mas. Nelayan diberi pengarahan untuk melakukan budidaya dengan baik, " ungkap Bustanil Ariffin yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Sadulang.

Untuk diketahui, Desa Sadulang terdiri atas tiga pulau kecil di Kecamatan Sapeken. Yakni, Pulau Sadulang besar, Sadulang Kecil dan Pulau Saular. Dari tiga pulau itu mayoritas penduduknya nelayan dan membudidaya rumput laut.

Selain di Desa Sadulang, budidaya rumput laut juga dilakukan beberapa pulau lain di Kecamatan Sapeken. Seperti di Desa Tanjung Kiaok dan Desa Saseel. Namun budidaya terbanyak di Desa Sadulang.