Pixel Code jatimnow.com

Anggota DPRD Sampang Bantah Lakukan Pemukulan Terhadap Warga

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Fathor Rahman
Anggota DPRD Sampang, Iwan Efendi membantah pemukulan yang dituduhkan kepadanya (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Anggota DPRD Sampang, Iwan Efendi membantah pemukulan yang dituduhkan kepadanya (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

Sampang - Anggota DPRD Sampang, IW atau Iwan Efendi akhirnya angkat bicara soal dugaan dirinya melakukan pemukulan terhadap warga.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu mengaku tidak melakukan pemukulan terhadap Maskur (35), warga Dusun Glisgis, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang. Namun dia tidak mengelak ada di lokasi kejadian saat pemukulan terjadi.

"Saya tidak akan melakukan pemukulan akibat hal sepele. Karena akan merugikan reputasi saya," jelas dia, Rabu (10/8/20222).

Dia mengaku sengaja datang ke sebuah warung di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Sampang itu. Tujuannya untuk mengamankan situasi di sana. Sebab, ada serentetan masalah sebelum kejadian dengan korban.

Saat Iwan turun dari mobil, dia sempat menanyakan kemauan korban. Namun dari belakang, mendadak ada yang memukul korban yang berada di depan Iwan.

"Kejadiannya sangat cepat. Saya tidak tahu siapa yang memukul," tegasnya.

Baca juga:
Mantan Kades Dijebloskan ke Penjara Atas Kasus Pemukulan

Iwan juga mengaku kenal dengan sebagian orang yang diduga memukul korban. Namun dia tidak mengetahui siapa saja yang melakukan pemukulan.

Dia membantah jika satu mobil dengan orang lain, karena dia datang sendirian ke lokasi. Tujuannya untuk menjaga kondusifitas di lokasi kejadian.

"Karena ini sudah masuk ranah hukum. Biarlah proses hukum berjalan dulu," sambung Iwan.

Baca juga:
Tahanan Kasus Penganiayaan Pelajar hingga Tewas Menikah di Lapas

Sebelumya, Johan Nirwanto (35), yang mengaku berada di lokasi mengatakan bahwa Iwan lah yang memukul korban pertama kali. Baru disusul dengan orang lain secara bergantian.

Sedangkan atas kasus pemukulan itu, Maskur mengalami patah tulang hidung dan dilarikan ke rumah sakit.