Pixel Code jatimnow.com

Kisah Mistis Makam Mbah Sambi di Kawasan Perumahan Elite Jombang

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Makam Mbah Sambi di belakang area permukiman elite di Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Makam Mbah Sambi di belakang area permukiman elite di Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Makam seorang perempuan terletak di kawasan permukiman elite di Jalan Samratulangi, Dusun Tugu, Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Warga sekitar meyakininya sebagai tokoh sentral yang membangun Desa Kepatihan. Cerita mistis pun berkembang di masyarakat desa setempat.

Menurut Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi, keberadaan makam Mbah Sambi diketahui pada 2020. Saat itu ada perbaikan saluran air di kawasan permukiman elite. Salah satu pekerja menemukan sepotong akar kayu tua di sekitar saluran. Selanjutnya kayu tersebut dibuang begitu saja. Namun sang tukang mendapatkan mimpi, dan besok paginya jatuh sakit.

"Mimpi yang isinya kenapa rumahku kamu rusak. Besoknya langsung sakit sampai berminggu-minggu. Kejadian dilaporkan mandor bangunan, setelah itu dicarilah potongan kayu tadi, tapi tidak ditemukan," terang Erwin, Jumat (12/8/2022).

Setelah itu, mandor bangunan menceritakan kejadian mistis yang dialami anak buahnya ke pemerintah desa. Selanjutnya, pihak desa meminta bantuan dari seorang ahli spiritual. Hingga akhirnya diketahui bahwa pembangunan saluran air telah merusak sebuah makam.

"Ternyata kayu itu merupakan bekas nisan. Itu nisan makam Mbah Sambi, orang yang ditokohkan di sini dan posisinya di situ. Mungkin karena terlalu lamanya makam, kondisinya rata dengan tanah," ucap Erwin.

Makam pengawal Mbah Sambi di belakang bangunan ruko.(Foto: Elok Aprianto)Makam pengawal Mbah Sambi di belakang bangunan ruko.(Foto: Elok Aprianto)

Pihak desa melanjutkan pembangunan dan makam tetap berada di posisi semula. Tetapi yang menjadi aneh adalah tiba-tiba salah satu warga menemukan batu nisan asli milik makam Mbah Sambi.

"Batu nisannya akhirnya saya tempel di batu nisan yang sekarang," kata Erwin.

Berdasarkan cerita masyarakat, Mbah Sambi memiliki penjaga berbentuk hewan yang memiliki ciri khusus. Yakni terdapat lonceng yang diikatkan pada bagian tubuh hewan.

"Dulu kalau malam itu bunyi lonceng, krimpying-krimpying, itu berarti Mbah Sambi lewat dengan hewan macan peliharaannya. Karena Mbah Sambi keliling menjaga Desa. Maka dipastikan desa ini aman," ujarnya.

Di dekat makam Mbah Sambi juga terdapat satu makam lagi. Diyakini merupakan makam pengikut sekaligus penjaga Mbah Sambi.

Erwin menambahkan, makam penjaga Mbah Sambi dikenal warga sangat angker. Bahkan bangunan ruko yang ada tepat di balik makam itu hingga kini kosong lantaran ditinggalkan pemiliknya.

"Dulu pada 2017 ada jaranan di lapangan desa. Nah, mereka nggak izin dulu. Akhirnya ada 4 orang anggota jaranan kesurupan dan nggak bisa disembuhkan. Hingga akhirnya mereka melaksanakan ritual dan membuat tumpeng ayam panggang. Setelah tumpeng itu didoakan, tiba-tiba 4 orang yang kesurupan lari ke Barat dan masuk ke saluran air dengan posisi kepala di bawah," papar Erwin.

Baca juga:
Makam Buyut Nodi, Disebut Sering Didatangi Pejabat yang Ingin Naik Pangkat

Tidak begitu lama, ke empat orang akhirnya sadar. Mereka kondisinya agak bingung.

"Setelah ditanya mereka mengaku jika tadinya mereka ditemui sosok pria tinggi besar dengan sorot mata merah dan marah-marah. Nah, akhirnya mereka sadar dan normal kembali. Nah dia (makam pengawal) memang memprotek Mbah Sambi karena dia pengawalnya," tegasnya.

Saat ditanya nama Mbah Sambi merupakan nama asli atau hanya nama sebutan, Erwin menyatakan belum ada yang mengetahui secara pasti. Penyebutan nama Mbah Sambi datang karena di area permukiman elite sebelumya ada sebuah pohon Sambi yang besar dan dikeramatkan. Sebab daerah itu pada zaman dulu merupakan area pemakaman kuno, sebelum berubah menjadi permukiman.

"Beliau hidup di kisaran 1700 awal atau abad ke-18 awal. Mbah Sambi sosok perempuan trah Majapahit, dan beliau memiliki suami dan suaminya dimakamkan di Mojoagung. Mitosnya di 1900-an, setiap ada orang punya hajat apapun akan membawa Cokbakal (sesajen) ke sini. Sebetulnya di area ini merupakan areal pemakaman kuno," sambung Erwin.

Namun seiring berjalannya waktu, area itu menjadi berubah menjadi pemukiman.

"Ya karena tertutup, berubah menjadi SHM-nya masyarakat setempat. Namun pernah saya cek di kretek desa status tanah ini TN (tanah negara). Kalau tanah negara ya otomatis adalah pemakaman atau fasilitas umum," jelasnya.

Baca juga:
Aroma Wangi Berubah Bau Busuk di Dam Pulorejo Bikin Bulu Kuduk Merinding

Hingga kini, makam Mbah Sambi sering didatangi orang dari luar Jombang. Tujuannya sekadar berdoa di makam tersebut.

"Heran saya ini setiap Jumat legi itu ada orang dari luar Jombang yang datang ke sini. Kemarin dari Pasuruan, Lamongan, Candi, datang ke sini ya untuk berdoa," tukasnya.

Sementara menurut pengakuan Imam salah satu warga sekitar, penampakan Mbah Sambi masih sering dijumpai.

"Masih sering tampak, orangnya itu cantik, rambutnya putih, pakai pakaian kebaya lama dengan jarik," terangnya.

Imam mengaku juga sering dijumpai pengawal Mbah Sambi. Sosoknya tinggi besar dengan sorot mata merah yang tajam.

"Orangnya tinggi besar, matanya merah, pemarah orangnya," pungkasnya.