Pixel Code jatimnow.com

Gas Pol! 60 Kades Terpilih di Lamongan Didesak Segera Susun RPJM Desa

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Pelantikan 60 kades terpilih di Lamongan saat diambil sumpah jabatannya. (Foto-foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Pelantikan 60 kades terpilih di Lamongan saat diambil sumpah jabatannya. (Foto-foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mendesak 60 kepala desa (Kades) terpilih di Kabupaten Lamongan untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa.

60 Kades yang telah memenangkan kontestasi Pilkades serentak pada 26 Juli 2022 lalu itu diambil sumpahnya di hadapan Pejabat Pemerintah Kabupaten Lamongan, di Pendopo Lokantantra Jumat (12/8/2022) siang.

"Setelah melewati proses perjuangan panjang, pada hari ini patut kita syukuri bahwa jabatan ini adalah amanah maka harus dijalankan sebaik-baiknya. Setelah ini Kades harus membuat RPJM Desa, yang isinya adalah sebagai perwujudan dari pembangunan desa yang akan dilakukan 6 tahun kedepan sebagaimana janji-janji kampanye," ucap Bupati yang akrab di sapa Yes tersebut.

Adapun ke-60 Kades tersebut berasal dari 6 desa Kecamatan Glagah, 5 desa Kecamatan Paciran, dan masing-masing 4 desa Kecamatan Turi, Tikung dan Karanggeneng. Kemudian masing-masing 3 desa Kecamatan Deket, Sekaran, Pucuk, Maduran, Babat, Sugio dan Solokuro.

Selanjutnya 2 desa Kecamatan Sukorame, Mantup, Ngimbang dan Kedungpring. Serta 1 desa masing-masing dari Kecamatan Brondong, Laren, Kalitengah, Karangbinangun, Kembangbahu, Bluluk dan Sukodadi.

Baca juga:
Mantan Kades Dijebloskan ke Penjara Atas Kasus Pemukulan

Untuk itu, Pak Yes mendorong RPJM Desa tetap berpedoman pada visi misi RPJMD Lamongan 2021-2026 yakni terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkeadilan.

"Desa-desa ini harus menjadi satu kesatuan sehingga program yg dilakukan berseiringan dengan kabupaten," lanjutnya.

Selain memunculkan potensi desa, pada kesempatan tersebut, Pak Yes mengajak para kades untuk cekatan dalam merespon kondisi sosial ekonomi yang terjadi pada warganya.

Baca juga:
Meriahnya Festival Kuliner Lamongan, 1000 Porsi Makanan Ludes dalam Sekejap

"Kades harus cekatan ketika warganya ada yang tidak mampu ke pusat kesehatan, sehingga bidan desa harus sigap datang ke rumah. Begitu pula merespon warganya yang sosial ekonominya kekurangan dan jangan sampai ada warganya yang tidak sekolah. Segera catat untuk dilaporkan dan dicarikan solusi," imbuhnya.