Pixel Code jatimnow.com

Bawaslu Sidoarjo Terima Laporan Belasan Orang yang Namanya Dicatut Parpol

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo hingga saat ini telah menerima belasan aduan warga yang namanya dicatut dalam data partai politik.

Berdasar pada informasi yang berhasil diperoleh, ada sekira 15 orang yang telah mengadu ke Bawaslu Sidoarjo. Diantaranya ada warga sipil, aparatur sipil negara (ASN), hingga adanya staf Bawaslu Sidoarjo yang juga ikut tercatut.

Saat dikonfirmasi oleh jatimnow.com Ketua Bawaslu Sidoarjo, Haidar Munjid membenarkan bahwa hingga hari ini terdapat sekira puluhan orang melapor dan mengadu ke Kantor Bawaslu.

"Ya, memang begitu adanya," ujar Haidar. Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut ia juga mengatakan, semua yang melapor ke Kantor Bawaslu tidak mengetahui bahwa namanya telah tercatut.

Baca juga:
Asisten Manajer Deltras Mundur, Hendak Berlabuh di Mana?

"Mereka semua pun mengaku dicatut tanpa sepengetahuan mereka. Total semuanya sejak kemarin kami buka sudah ada 15 orang yang melapor," kata Haidar.

Masih dikatakan Haidar bahwa pihaknya juga telah memberikan surat pemberitahuan perihal bilik aduan Bawaslu Sidoarjo itu. Surat-surat itu dikirimkan pada sejumlah pimpinan tinggi instansi yang ada di Sidoarjo.

"Seperti untuk ASN, kami bersurat pada Pemkab Sidoarjo. Kemudian pada pimpinan TNI dan Polri juga sudah. Tujuannya jika ada anggotanya yang dicatut dalam struktur kepengurusan partai bisa segera melapor ke kami," ucapnya.

Baca juga:
Truk Terguling di Sidoarjo, Muatan Kayu Potongan Sempat Tutup Jalan

Lebih jauh Haidar mengimbau agar masyarakat juga aktif memantau pencatatan di Sipol KPU. Tujuannya agar dapat mengetahui NIK dan data dirinya apakah dicatut dalam struktur kepengurusan partai atau tidak.

"Kami juga ada hotline di Bawaslu juga. Sebab, pencatutan seperti ini rawan terjadi dan tanpa sepengetahuan warga. Oleh karena itu kami minta warga aktif memantau pencatatan di Sipol itu. Sehingga bila ada temuan, bisa segera melapor pada kami agar segera kami tindaklanjuti," pungkasnya.