Pixel Code jatimnow.com

Harga Telur Tembus Rp30 Ribu, Pemkot Surabaya Siapkan Operasi Pasar

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Ilustrasi. Pedagang telur. (Foto: dok. jatimnow.com)
Ilustrasi. Pedagang telur. (Foto: dok. jatimnow.com)

Surabaya - Harga telur di pasar tradisional Surabaya tembus di harga Rp30.000 per kilogram, dari harga semula Rp26.000 per kilogram. Mendengar hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan melakukan penelusuran tentang faktor utama terjadinya kenaikan harga.

Menurut Eri, harga telur yang mencapai Rp30.000 ini merupakan harga tertinggi. Ia pun telah melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Peradagangan (Dinkopdag) untuk mencari solusi.

"Sepertinya ini (kenaikan) tertinggi, tetapi saya sudah meminta Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Peradagangan (Dinkopdag) melakukan pengecekan. Sehingga kita menggelar Operasi Pasar seperti biasanya," ucap Eri, Rabu (24/8/2022).

Dari hasil koordinasi dengan Dinkopdag, untuk opsi pertama pihaknya akan menggelar operasi pasar. Mengingat, kenaikan harga pokok tersebut ia perkirakan diikuti dengan kelangkaan bahan nantinya.

Baca juga:
Eri Cahyadi Marah di RS Soewandhi Surabaya, Sempat Banting Berkas

"Agar tidak ada harga naik atau ketinggian. Kita cari penyebabnya dan indikasinya, kenapa kok tiba-tiba naik secara mendadak begini," ucapnya.

"Insya Allah kita lihat hari ini, karena masalah apa? Sehingga kita akan segera adakan Operasi Pasar," imbuh dia.

Baca juga:
Tenaga Outsourching Pemkot Surabaya Masih Tetap Kerja di 2023, Tapi Soal Gaji...

Teknis awal, operasi pasar akan digelar di setiap kelurahan agar lebih cepat dijangkau dan tepat bagi warga kurang mampu di Kota Pahlawan.

"Sehingga bisa tepat sasaran, agar tidak diborong. Kita lakukan berpindah di setiap kelurahan. Karena kalau telur mundak (naik), yang lainnya ikut naik," tandasnya.