Pixel Code jatimnow.com

Duh! Liponsos Sidoarjo Overload, Pembangunan Gedung Baru Tak Kunjung Terealisasi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zainul Fajar
Plt Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Misbah (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Plt Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Misbah (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) di Sidoarjo mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Pembangunan gedung baru hingga hari ini, juga tak kunjung terealisasi.

Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sidoarjo, Misbah tidak mengelak bahwa hingga saat ini kapasitas liponsos di wilayahnya mengalami over kapasitas.

Misbah mengatakan bahwa dari hari ke hari, permintaan orangtua yang terlantar dan ODGJ di Sidoarjo untuk dimasukkan ke Liponsos semakin banyak.

"Liponsos ini kan sudah overload, saya terpaksa harus bekerjasama dengan banyak pihak untuk menampung, baik yayasan di luar maupun UPT-nya provinsi. Kapasitasnya 75 orang, tapi sekarang sudah 98. Jadi ini kita juga harus selektif banget karena mau nolak ya gimana," ujar Misbah, Rabu (31/8/2022).

Dia memaparkan bahwa pihaknya saat ini juga tetap mencarikan solusi dari permasalahan tersebut. Salah satunya dengan cara mengirimnya ke lembaga sosial yang bisa menerima.

"Dan permintaan diterima di liponsos saat ini terus bertambah, tapi kami menahan untuk sebisanya ada lembaga yang bisa menerima. Seperti hari ini kita mengirim ke Griya Khusnul Khotimah di Wajak, Malang. Kita sudah mengirim sekitar 10 orang lebih lansia yang terlantar ke sana," imbuhnya.

Saat disinggung rencana realisasi pembangunan gedung baru Liponsos Sidoarjo yang belum juga terealisasi, ia menyatakan bahwa hal ini masih dalam posisi prioritas rencana.

"Saya masih menyampaikan kondisi ini untuk menjadi prioritas. Kalau totalnya kan Rp65 miliar secara perncanaan, tapi ya diakomodir sebagian dulu lah ya kan. Nggak harus langsung jadi tapi tetap bertahap. Kalau pembangunannya tetap sesuai rencana di Wonoayu, Pilang," papar Misbah.

Baca juga:
Potret Keseruan Lomba Agustusan di Liponsos Keputih Surabaya

Sementara menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih Sidoarjo meminta di Tahun 2023 pembangunan gedung baru segera berjalan.

"Kondisinya memang sudah overload. Makanya itu saya dan teman-teman di komisi sepakat untuk mengusulkan agar liponsos ini di Tahun 2023 sudah mulai pembangunan untuk gedung barunya," ujar Cak Nasih-sapaan akrabnya.

Nasih juga mengungkapkan bahwa hal ini didasari pada sempat kandasnya pembahasan pembangungan gedung Liponsos yang sudah mulai overload tesebut dalam pembahasan anggaran tahun 2022 kemarin.

Dia menjelaskan jika saat ini pihaknnya kembali mengusulkan pembangunan gedung Liponsos yang baru di pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2023.

Baca juga:
Melihat Keseruan Warga Binaan Liponsos Keputih Surabaya saat Lomba Agustusan

Dalam keterangannya, ia belum dapat mennyampaikan berapa total pagu anggarannya. Namun setidaknya usulan tersebut harus menjadi salah satu prioritas anggaran.

"Setidaknya nyantol dulu di rancangan (KUAPPAS 2023) itu. Karena inikan pembahasannya juga masih panjang. Entah itu nanti dapat anggaran Rp3 atau 10 miliar misalkan, setidaknya Tahun 2023 sudah harus mulai," ujar Politisi PKB itu.

Sebagai informasi, permasalahan overloadnya liponsos ini sudah menjadi polemik sejak Tahun 2020 lalu. Pada Tahun 2021, pemkab sempat menganggarkan untuk urugan gedung liponsos baru dengan nilai Rp5,7 miliar.

Pada Tahun 2022, rencananya liponsos baru itu akan mulai dilakukan pembangunan fisiknya. Sayangnya, dalam pembahasan KUAPPAS untuk tahun anggaran 2022, usulan pembangunan fisiknya kandas di tangan tim anggaran pemkab.