Pixel Code jatimnow.com

Gelar Musda dan Lantik Ketua DPD Jatim, Ini Target Klub Logindo

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Musda dan pelantikan DPD Klub Logindo Jatim di Surabaya (Foto: Ayuk for jatimnow.com)
Musda dan pelantikan DPD Klub Logindo Jatim di Surabaya (Foto: Ayuk for jatimnow.com)

Surabaya - Dewan Pengurus Daerah Klub Logindo (Perkumpulan Kolaborasi Lintas Usaha Bersama Logistik Indonesia) Jatim menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I di Surabaya.

Ketua DPP Klub Logistik, M. Soesilo Basuki mengatakan, asosiasi yang dipimpinnya membawahi 98 perusahaan yang bergerak di bidang logistik. Pada Tahun 2023, asosiasi yang baru berdiri selama 2 tahun dan baru memiliki 2 DPD itu menargetkan 15 DPD baru di seluruh Indonesia.

"Kami mohon dukungan dan kerjasama dari seluruh pengusaha transportasi dan logistik di daerah lain untuk dapat melakukan kolaborasi dengan Asosiasi Klub Logindo, dengan membentuk DPD Klub Logindo berikutnya," terang Soesilo melalui siaran tertulisnya, Kamis (1/9/2022).

Soesilo optimis, Klub Logistik akan menjadi asosiasi besar di masa mendatang, lantaran akan diisi oleh anak-anak milenial yang ingin berbisnis di bidang usaha logistik.

"Kami asosiasi baru tetapi kami memiliki kelebihan dengan merangkul semua pelaku usaha logistik baik pergudangan dan transportasi. Selain itu, kami ingin mewadahi semangat anak-anak muda yang ingin berbisnis di bidang logistik," tegasnya.

Dalam Musda I tersebut juga menetapkan Christin Adni Susilowati Prajitno sebagai ketua DPP Klub Logindo Jatim masa bakti 2022-2027. Christin dibantu para pengurus, di antaranya Deddy Yosep, Arifin, Eddo, Agus Iwanto, Johny Ang, Tarto.

Christin yang terpilih secara aklamasi tersebut mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan kontribusi positif hingga menjalankan pekerjaan rumah klub Logindo sebagai organisasi perusahaan bidang logistik dan transportasi.

"Banyak hal yang harus ditanggulangi sebagai asosiasi dalam mendukung jalannya kebijakan pemerintah maupun secara perusahaan pengangkutan," kata Christin.

Selain itu, tambah Christin juga akan berkolaborasi dengan program-program pemerintah baik pusat dan daerah, permasalahan Over Dimensi dan Over Load (ODOL) yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah para pelaku bisnis logistik.

Baca juga:
Menakar Kekuatan Lucy dan Herlina dalam Perebutan Kursi Ketua Demokrat Surabaya

"Perkara ODOL akan menjadi fokus kita untuk kita pecahkan bersama. Kita memikirkan bagaimana menghadapi ini sebagai pemberi pekerjaan. Terkait ongkos akan kita segera godok dan sebisa mungkin bisa diterima semuanya walaupun ekonomi sedang susah," tegasnya.

Menurut Christin, permasalahan lain yang dihadapi oleh pengusaha logostik, adalah kenaikan BBM, yang rencananya akan diberlakukan pemerintah dalam waktu dekat ini.

"BBM naik akan jadi kendala. Bagaimana kita perusahaan harus kreatif. Kita harus pinter mengambil momen. Kita akan segera mencari alternatif solusi secara bersama-sama dan gotong royong," tambahnya.

Kemudian terkait program pemerintah, Asosiasi Klub Logindo juga akan memberikan kontribusi terhadap suksesya program digitalisasi pelabuhan.

Selanjutnya transportasi dan logistik, seperti program penerapan Single Truck Identification Data (STID), Trucking Booking System, Pendaftaran PMKU (Pemberitahuan Melakukan Kegiatan Usaha) dan program lainnya.

Baca juga:
Musda Demokrat Jatim, Pengamat: Menggambarkan Kedewasaan Emil-Bayu

Pengusaha asal Surabaya ini menjelaskan, DPD Klub Logindo Provinsi Jawa Timur adalah DPD kedua dari Asosiasi Klub Logindo. DPD pertama adalah DPD Klub Logindo Provinsi DKI Jakarta.

Untuk itu, pihaknya akan ikut serta dalam mensukseskan penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurut Christin, kolaborasi menjadi kata kunci penting dalam suksesnya bisnis transportasi dan logistik.

"Semua pelaku usaha melakukan sinergi baik di pusat dan di daerah, sehingga mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya," tuturnya.

"Semakin terjadi penguatan dan kolaborasi lintas usaha bersama transportasi logistik daerah, melalui Asosiasi Klub Logindo, maka semakin dapat terwujud pertumbuhan ekonomi Indonesia, di tengah saat ini isu krisis ekonomi melanda dunia," imbuhnya.