Pixel Code jatimnow.com

Songsong Pemilu 2024, PDIP Surabaya Solidkan Barisan di Genteng dan Tandes

Editor : Arina Pramudita
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat forum rembuk partai di Kecamatan Genteng. (Foto: Dok DPC PDI Perjuangan/jatimnow.com)
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono saat forum rembuk partai di Kecamatan Genteng. (Foto: Dok DPC PDI Perjuangan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono terus bergerak untuk menemui kader-kader banteng di bawah. Terakhir, ia turun di wilayah basis PDI Perjuangan, yakni Kecamatan Genteng dan Tandes.

Di Genteng, forum rembuk partai itu dihadiri Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sjukur Amaludin, Wakil Sekretaris Anas Karno dan Achmad Hidayat, Ketua PAC PDI Perjuangan Genteng Mohammad Jupri, serta jajaran pengurus kecamatan dan di tingkat kelurahan.

"Di Kecamatan Genteng, kader-kader PDI Perjuangan terus bergerak di tengah-tengah masyarakat. Memecahkan berbagai persoalan warga yang berkaitan dengan pembangunan. Kita jaga betul, Genteng adalah basis penting PDI Perjuangan dengan kerja-kerja kerakyatan," ujar Mohammad Jupri, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng, Minggu (4/9/2022).

Forum rembuk kader-kader banteng berlangsung gayeng dan guyub. Adi, yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya, memberi suntikan semangat dan motivasi pada kader-kader PDI Perjuangan Genteng untuk melipatgandakan kerja-kerja lapangan untuk warga.

"Saya bangga dengan kawan-kawan seperjuangan. Kader-kader PDI Perjuangan aktif bergerak dan menjemput bola, berupaya terus hadir di tengah-tengah warga masyarakat," kata Adi.

Perjuangan dan kerja keras, kata Adi, nantinya pasti akan berbuah baik.

“Pada Pemilu 2024, kita akan memetik kemenangan besar di Surabaya, terutama di Genteng. Dan, kemenangan itu kita susun dari hari ke hari, dengan bekerja keras untuk rakyat. Tidak ada kemenangan Pemilu yang jatuh tiba-tiba,” jelas Adi.

Kecamatan Genteng merupakan pusat Kota Surabaya. Tersimpan di dalamnya rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang 4. Serta rumah warisan HOS Tjokroaminoto yang menjadi indekos Bung Karno semasa menjadi siswa HBS di Peneleh.

“Sekarang di Genteng menjadi pusat pemerintahan di Kota Surabaya dan menjadi basis penting PDI Perjuangan,” lanjutnya.

Di Kecamatan Genteng, praktis PDI Perjuangan tidak pernah kalah dalam even-even Pemilu dan Pilkada.

Baca juga:
Ke Sambikerep, Ketua DPRD Surabaya Ringankan Beban Korban Kebakaran

“Artinya, akar PDI Perjuangan di hati masyarakat telah tertanam kuat berkat kerja-kerja tekun tak kenal lelah dari kader-kader banteng di bawah,” tambahnya.

Forum rembuk DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya di Kecamatan Tandes. Forum rembuk DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya di Kecamatan Tandes.

Di Tandes, forum serupa diikuti antusias oleh kader-kader PDI Perjuangan tingkat kecamatan dan kelurahan. Ketua PAC PDI Perjuangan Tandes, Heri Akhmad Wiyono mengatakan, soliditas partainya menjadi kunci pergerakan di masyarakat.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Wimbo Ernanto.

“Kerja keras dan gotong royong PDI Perjuangan dengan warga masyarakat menjadi kunci untuk memenangkan Pemilu 2024,” kata Heri.

Baca juga:
Malam Tasyakuran HUT RI Ke-77, Ketua DPRD Surabaya: Niti Laku Teladan Pahlawan

“Kita tidak pernah berhenti bergerak di masyarakat,” sambungnya.

Adi Sutarwijono mengingatkan betapa pentingnya memberi ruang luas bagi anak-anak muda dan kaum perempuan.

“Menuju Pemilu 2024, suara anak-anak muda, kaum milenial, diperkirakan menyentuh 50 persen. Begitu pula, pemilih perempuan dikenal sangat loyal dalam menjatuhkan pilihan,” kata Adi melalui pertemuan di Tandes.

Ia mengutip hasil survei Surabaya Survei Centre (SSC), yang menempatkan PDI Perjuangan di peringkat pertama, dalam proyeksi Pemilu 2024. Partai berlambang banteng ini juga menempati di peringkat teratas sebagai partai politik pilihan anak-anak muda, kaum perempuan, dan pilihan kaum nahdliyin.

“Ini merupakan kepercayaan dari warga masyarakat, dan harus terus kita jaga, kita rawat, melalui kerja-kerja nyata di masyarakat,” tutup Adi.