Pixel Code jatimnow.com

Jawara Kejurprov Jatim 2022, Pecatur Surabaya Akan Tampil di Kejurnas

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua Percasi Surabaya Budi Leksono saat mengantarkan atlet catur Kejurprov Jatim 2022 di Kediri.(Foto: Percasi Surabaya/jatimnow.com)
Ketua Percasi Surabaya Budi Leksono saat mengantarkan atlet catur Kejurprov Jatim 2022 di Kediri.(Foto: Percasi Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Atlet catur Surabaya sukses menggondol satu medali emas dan perunggu di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2022. Adapun medali emas diraih Salwa Nadia Maharani siswi kelas XI SMAN 15 Surabaya. Sedangkan medali perunggu didapat Eka Sisilia yang merupakan pelajar SMA GIKI 1 Surabaya.

Berlaga di ketegori junior, mereka sukses bersaing dengan 691 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Even berlangsung di GOR Jayabaya selama tiga hari pada 2-4 September 2022.

Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Surabaya Budi Leksono mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi capaian yang telah diraih kedua atletnya.

"Meski perolehan medali di bawah target kita sebelumnya, tapi apa yang telah mereka capai sepatutnya mendapat apresiasi karena mengukir nama Kota Surabaya dideretan juara lainnya," ucap Buleks, sapaan akrabnya, Senin (5/9/2022).

Baca juga:
Video: Ratusan Atlet Catur Ikuti Kejurprov di Tulungagung

Pihaknya mengaku tak berkecil hati. Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu juga mengatakan, proses para atlet masih sangat panjang karena umur mereka masih muda. Untu Salwa akan mendapat pendampingan khusus dan biaya penuh mewakili Pengprov Percasi Jatim di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta.

"Ini baru awal, Salwa nanti dibiayai penuh Pengprov Jatim di Kejurnas Jakarta. Sedangkan Eka nanti juga akan bertanding tingkat nasional dengan biaya mandiri. Namun tetap rekom dari Pemprov," jelas Buleks.

Baca juga:
Seleksi Atlet Kejurnas, Kejurprov Catur Digelar di Tulungagung

Percasi Surabaya akan memonitor penuh proses kedua atletnya berlatih hingga nanti bertanding di kancah nasional.

"Setelah ini kami juga akan mencari kembali calon-calon atlet dari sekolah-sekolah. Karena Surabaya sebenarnya gudangnya anak-anak yang memiliki bakat tapi tidak terlihat. Makanya setelah ini kita akan jemput satu-satu," tandas politikus PDIP Surabaya itu.