Pixel Code jatimnow.com

Ponpes Darussalam Gontor Sebut Penganiaya Santri Hingga Tewas Sudah Dikeluarkan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo (Foto: Dok. Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo (Foto: Dok. Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Juru Bicara Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Ustaz Noor Syahid menyebut bahwa penganiaya santri AM hingga tewas sudah ditindak tegas.

Menurutnya, internal ponpes memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan AM tewas. Menyikapi hal itu, pihak ponpes langsung bertindak cepat dengan menindak santri yang terlibat.

"Kami keluarkan yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orangtua mereka masing-masing. Pada prinsipnya kami tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya," jelas Ustaz Noor Syahid, Senin (5/9/2022).

Meski begitu, lanjutnya, pihak ponpes siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa itu.

Baca juga:
Ketika Polda Jatim Beri Edukasi Etika Berlalulintas di Ponpes Tebuireng Jombang

Ustaz Noor Syahid juga menyampaikan permohonan maaf pesantren terhadap keluarga almarhum.

"Kami memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya almarhum AM, khususnya kepada orangtua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan," ungkapnya.

Baca juga:
Berita Trending Pekan Ini: Tewasnya Santri Gontor Hingga Terduga Hacker Bjorka

Dia mengaku jika pihak pesantren sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada tewasnya almarhum. Dan sebagai pesantren yang fokus terhadap pendidikan karakter anak, dia berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Kami juga meminta maaf kepada orangtua dan keluarga almarhum, jika dalam proses pengantaran jezanah dianggap tidak jelas dan terbuka. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," tandasnya.