Pixel Code jatimnow.com

Komplotan Perampas Sepeda Incar Pelajar di Sidoarjo, Waspadai Modus Ini!

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Tangkapan layar CCTV korban saat digiring oleh salah satu pelaku. (Foto: Caesar for jatimnow.com)
Tangkapan layar CCTV korban saat digiring oleh salah satu pelaku. (Foto: Caesar for jatimnow.com)

Sidoarjo - Seorang pelajar di Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo mengaku menjadi korban perampasan sepeda angin miliknya. Sebelum pelaku melakukan perampasan, korban juga sempat diancam akan dipukuli.

Korban bernama Caesar Eka Layung Seta. Korban masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah.

Paman Korban, Firmansyah saat dihubungi memaparkan bahwa insiden perampasan tersebut bermula ketika korban yang juga keponakannya tersebut pulang dari sekolah.

"Kejadiannya hari Jumat (2/9/2022) mas sekitar jam 11.15 WIB. Sewaktu dia pulang sekolah, dia tiba-tiba dipepet oleh dua orang yang tidak dikenal dan menanyai dari sekolah mana. Setelah dijawab, katanya pelaku mau mencari anak dari sekolah situ juga saya karena telah menganiaya anaknya (anak pelaku). Dari situ pelaku mengajak dan menggiring ponakan saya,” ujar Firman saat dihubungi melalui ponsel,Selasa (6/9/2022).

Lebih lanjut Firman menjelaskan, setelah diajak menuju jalan yang sepi, korban diminta untuk menyerahkan sepeda anginnya ke salah satu pelaku sebagai jaminan agar tidak kabur.

Baca juga:
Sepeda Motornya Dirampas Saat COD HP di Bungurasih, Pemuda Ponorogo Lapor Polisi

“Nah waktu ponakan saya menyerahkan sepedanya, pelaku yang satu membawanya naik sepeda motor katanya diajak ke sekolah tapi ternyata dia malah diturunkan di kawasan Desa Alas Tipis Gedangan yang sepi,” imbuhnya.

Masih dikatakan Firman, pelaku di tengah jalan tiba-tiba langsung menurunkan keponakannya secara paksa dan mengancam akan memukul korban jika melawan.

“Ya, yang dibawa sepeda angin merk Polygon. Pelaku yang sempat mengancam keponakan saya terekam CCTV dua orang menggunakan sepeda motor merk Suzuki Shogun,” katanya.

Baca juga:
Kemeriahan Parade Sepeda Tua, Ribuan Onthelis Kunjungi Kota Pasuruan

Akibat insiden tersebut, Firman mengatakan korban mengalami trauma.

Pihaknya sempat melapor ke Polsek terdekat namun mengurungkan tidak meneruskan laporannya  Sebab, pihak polisi meminta nota pembelian sepeda angin yang sudah tidak dimiliki korban.