Pixel Code jatimnow.com

Pemkab Trenggalek Gelar Bimtek Bersiap Menuju Smart City

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Wakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara saat menutup bimtek Smart City (Foto-foto: Dinas Kominfo Trenggalek)
Wakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara saat menutup bimtek Smart City (Foto-foto: Dinas Kominfo Trenggalek)

Trenggalek - Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu dari 50 kota di Indonesia yang menjadi proyek percontohan program Smart City dari Kementerian Kominfo.

Pemkab Trenggalek terus melakukan pendampingan terkait proyek tersebut. Bimtek yang dilakukan saat ini sudah memasuki tahap empat. Semua OPD dilibatkan untuk merumuskan pendekatan Smart City yang akan diterapkan.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara mengatakan, semua OPD diundang dan dilibatkan dalam bimtek ini. Selama empat hari mereka mencoba merumuskan pendekatan program Smart City yang cocok diterapkan. Program ini merupakan berkah tersendiri yang diterima Pemkab Trenggalek.

"Alhamdulillah hari ini teman-teman dari Kabupaten Trenggalek mendapat berkah dari Kementerian Kominfo untuk menjadi bagian dari 50 kabupaten dan kota yang menjadi proyek percontohan untuk Smart City yang ada di Indonesia," ujarnya, Selasa (6/9/2022).

Menurut Syah, Smart City ini merupakan satu konsep, bagaimana pemerintah kabupaten bisa memberikan kemudahan layanan kepada seluruh masyarakat. Program ini tentunya tidak lepas dari khazanah lokal yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Baca juga:
Bupati Trenggalek Mas Ipin Lepas Pataka Jer Basuki Mawa Beya ke Pacitan

Wakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara saat menutup bimtek Smart CityWakil Bupati Trenggalek, Syah M Natanegara saat menutup bimtek Smart City

Mengingat secara topografi beragam, pemkab akan merumuskan yang paling bagus dan cocok untuk maksimalnya pelayanan yang ada. Mantan anggota DPRD Trenggalek ini menilai sistem yang selama ini dianggap rumit melalui Smart City akan lebih disederhanakan sehingga membantu pelaku UMKM mengakses dan mengembangkan usahanya.

"Contohnya pelayanan adminduk atau mungkin pelayanan pelayanan di sektor perizinan dan yang lainnya. Selain dari OPD, kita juga mengajak teman-teman masyarakat maupun pemerintah desa, para penggiat teknologi maupun penggiat UMKM," bebernya.

Baca juga:
Momen Pataka Provinsi Jatim Jer Basuki Mawa Beyo Singgah di Trenggalek

Hari Kusdaryanto, pembimbing smart city untuk Kabupaten Trenggalek dari Kementerian Kominfo menambahkan, pada dasarnya tugas pemerintah itu memfasilitasi. Misalnya pengembangan daerah Prigi, Panggul litle Jogja dan Trenggalek Creative City.

"Intinya kalau Smart City itu gampangnya layanannya sat set, wat wet. Nggak kesuwe (lama), tidak berbelit-belit. Anda mau keluar rumah aman, mau kemana mudah mobilitasnya, kesempatannya juga sama. Smart City tidak melulu alat-alat sensor CCTV, tapi bagaimana warga masyarakat juga bisa menggunakan," pungkasnya.