Pixel Code jatimnow.com

Geger Pria Tua Pamer Mr P di Kota Malang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Tangkapan layar.
Tangkapan layar.

Kota Malang - Seorang pelajar SMK di Kota Malang mengaku menjadi korban eksibisionis atau pamer kelamin seorang pria, bahkan pelaku sempat masturbasi.

Peristiwa yang terjadi di angkutan umum pukul 15.00 WIB, Rabu (7/9/2022) tersebut pun sempat direkam oleh korban.

Bahkan setelah videonya diunggah di akun instagram @infomalangraya dengan keterangan 'Hati-hati lur!' langsung viral. Nampak usai diposting ada 1.723 suka dan 147 komentar. 

Meski begitu dalam video berdurasi sekitar 7 detik tersebut tidak memperlihatkan seorang pria tua berusia sekitar 60 tahunan yang mengenakan kemeja biru, celana hitam, dan membawa tas itu tengah melakukan eksibisionis.

Banyak respon usai video diunggah, seperti akun @femmydamayant* menulis 'Sudah bau tanah pak tobat,' lalu akun @olivia**** yang berharap petugas kepolisian bisa menangkap pelaku dengan tulisan 'polresmalang monggo ini sangat meresahkan', dan banyak komentara lainnya.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: PNS Tewas, Ditemukan di Bendungan, Pamer Anu di Depan Umum

Secara singkat korban menulis ceritanya bila dirinya yang waktu itu bersama teman-teman sekolahnya sangat risih dengan ulah  pria tak dikenal memainkan alat kelamin. Pria itu menutupi aksinya dengan tas punggung yang ditaruh di atas pahanya.

Merasa takut dan risih, korban langsung mengambil ponsel dan merekam aksi pria hidung belang tersebut sebagai antisipasi. Tahu dirinya direkam, pria itu memasukkan kembali alat kelaminnya. Begitupun saat ditegur, pria itu tampak tak berkutik sama sekali.

“Waktu itu saya takut sekali. Aku pura-pura enggak ngelihat bapak itu dan ngevideo. Bapak itu ngelihatin aku dari atas sampai bawah,” tulis korban.

Baca juga:
Pamer dan Gosok Anunya di Depan Umum, Pria di Magetan Diamankan Polisi

Tak lama, korban merasa resah dengan keberadaan si pria dan memutuskan untuk turun di kawasan Janti.

"Pas turun, saya sempat mengancam akan melaporkannya ke polisi," tulis korban kembali.