Pixel Code jatimnow.com

Bantuan Langsung Tunai BBM di Kota Mojokerto Mulai Disalurkan

Editor : Arina Pramudita Reporter : Achmad Supriyadi
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT BBM dan program sembako. (Foto: Jendoel for jatimnow.com)
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima BLT BBM dan program sembako. (Foto: Jendoel for jatimnow.com)

Mojokerto - Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM) dan program sembako mulai disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto, dalam tiga hari.

Dari data yang diterima, KPM yang menerima BLT BBM sebanyak 7.793 keluarga. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak 9-11 September 2022.

"Disalurkan secara bertahap. Jumat ada di enam kelurahan, Prajuritkulon, Pulorejo, Blooto, Surodinawan, Kauman dan Mentikan. Sabtu di Kelurahan Purwotengah, Sentanan, Jagalan, Gedongan, dan Miji. Sementara Minggu di Kelurahan Kranggan, Meri, Magersari, Gununggedangan, Balongsari, Wates dan Kedundung, total 7.793 PKM," kata Pekerja Sosial Muda Bidang Linjamsos DinsosP3A Kota Mojokerto, Maghfur, Minggu (11/9/2022).

PKM menerima uang tunai Rp500 ribu, terdiri dari BLT BBM bulan September-Oktober senilai Rp300 ribu, dan Sembako bulan September senilai Rp200 ribu.

"Masing-masing PKM menerima 500 ribu rupiah, terdiri dari BLT BBM per bulannya 150 ribu rupiah, jadi bulan September-Oktober 300 ribu rupiah, dan sembako bulan September 200 ribu rupiah, total mereka menerima 500 ribu rupiah," jelasnya.

Baca juga:
Penyaluran BLT BBM di Lamongan Sudah 97 Persen, 2.945 KPM Belum Mengambil Jatah

Menurut Maghfur, data PKM seluruhnya dari Kementerian Sosial, dengan syarat PKM penerima BPNT Nasional atau PKH.

"Penyaluran dilakukan oleh Kantor Pos, Kita fungsinya hanya monitoring dan koordinasi, karena data PKM dari pusat. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, untuk kebutuhan pokok, jangan dipakai macem-macem," tegasnya.

Baca juga:
Warga Jombang Merasa Diprank BLT BBM, Ini Penjelasan Dinsos

Salah satu penerima BLT BBM dan Sembako dari Kelurahan Prajuritkulon, Sri Rahayu dan Aminah mengaku bersyukur mendapatkan bantuan di tengah naiknya harga BBM bersubsidi.

"Ya Alhamdulillah, senang sekali, bisa membantu untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Senang, saya antri dari jam 9 pagi tadi, Alhamdullillah sudah cair, bisa buat tambah-tambah kebutuhan," pungkas keduanya.